koranindopos.com – Bogor. “Self-Care, Self-Love”, tema acara yang diusung oleh empat anak muda pengelola Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jenama “ADISTINEO”. Ini merupakan kegiatan perdana untuk menjaring dan memperluas pengenalan produk pada anak muda Gen Z dan Milenial seusia mereka. Topik perbincangan adalah mengenai pentingnya mencintai dan menghargai diri sendiri – tanpa terpengaruh standar tampilan sempurna menurut orang lain. Berani tampil menjadi diri sendiri dengan tubuh dan kulit sehat bersinar secara alami berkat perawatan diri yang tepat. Naturally Dazzling, seperti slogan yang diusung ADISTINEO.
Pada Juni 2022 lalu, di tengah lesunya kondisi perekomian saat masa pandemi, ADISTINEO ‘melawan arus’ dengan hadir dan meluncurkan produknya. Adalah Adistine Aulia Zahra dari Yogyakarta serta Irhand Wirdayasa, Namira Rizkanya dan Gharyn Wiryaastamaga dari Bogor, empat anak muda berusia 20 – 27 tahun, di balik inovasi pengembangan dan pengelolaan UMKM ini. Pendampingan dan arahan untuk koordinasi operasional harian tim di Bogor dibantu Yeni Wirdan dengan pengalaman puluhan tahunnya di dunia periklanan,

“Ada dua hal utama yang mendasari hadirnya ADISTINEO di industri produk perawatan diri atau skincare and bodycare,” demikian disampaikan Nuniek S. Winarni, salah satu Founder ADISTINEO. Pertama adalah melihat potensi pasar yang masih cukup terbuka luas, meski sudah banyaknya produk sejenis yang beredar di pasaran. Namun produk lokal yang mengusung kearifan pemakaian rempah, tanaman obat dan aromatik produksi Indonesia sebagai bahan bakunya masih belum banyak. Tidak dapat dipungkiri, akulturasi Korean Wave yang diemulsi kaum muda kita banyak mempengaruhi produk perawatan diri yang beredar dalam beberapa tahun belakangan ini.
Hal kedua adalah berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 dari BPS dengan dominasi penduduk Gen Z 27,94 persen disusul Milenial 25,87 persen. Juga sejalan dengan munculnya wacana Generasi Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah. Momentum bersejarah di tahun 2045 dengan bonus demografi yaitu 70% dari jumlah penduduk Indonesia dalam usia produktif (15-64 tahun). “Menurut hemat kami, inilah saat tepat meluncurkan produk bagi pasar anak-anak muda di kelompok ini. Juga saat untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan memfasilitasi hadirnya para wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif melalui UMKM seperti ADISTINEO ini,” Nuniek menambahkan.
Christina D. Losong, rekannya selaku Founder ADISTINEO, menjelaskan mengenai pengembangan produk. “Sejak tahun 2016 kami di CV Kemuning Java Tradisional telah memproduksi aneka produk rempah kering dan olahannya serta produk-produk perawatan diri untuk spa and wellness. Kualitas produk-produk kami telah diakui hingga luar negeri, selain untuk pasar lokal, termasuk maklon atau white label untuk beberapa jenama. Saat berdiskusi dengan rekan saya dan empat anak muda ini, keinginan untuk mengembangkan produk-produk perawatan bagi remaja hingga usia tigapuluhan awal ini bak gayung bersambut, hingga lahirlah ADISTINEO.”
Dengan mempertimbangkan kebutuhan produk utamanya adalah untuk usia remaja hingga dewasa muda, maka formulasi difokuskan pada manfaat perawatan dini untuk hasil kulit sehat di jangka panjangnya. Dengan mengantongi Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), produk awal diujicobakan kepada beberapa saudara, rekan dan kerabat selama beberapa bulan untuk melihat khasiat dan manfaatnya. Setelah produk dianggap stabil dan tepat guna, diajukan ke BPOM untuk proses uji lanjutan. “Hanya produk-produk yang sudah mengantongi izin BPOM yang kami jual di pasaran. Ini penting untuk memastikan mutu dan kemananan penggunaan ADISTINEO oleh konsumen,” demikian Christina.
Idealisme mengenalkan aneka rempah, tanaman obat dan bahan-bahan berkualitas kekayaan asli Indonesia mendasari pelaksanaan acara. Bangga akan produk buatan Indonesia. Mulai dari pemanfaatan temulawak yang selama ini dikenal sebagai bahan baku jamu namun dijadikan bahan produk pelembab wajah, nyamplung atau tamanu, kelapa, vanili serta aneka rempah lainnya hingga cendana terbaik dari Indonesia. Juga kesadaran untuk lebih bijak memilih dan membeli produk sesuai kebutuhan kulit. Sejatinya, tren sekarang adalah Skinimalism yang didefinisikan sebagai ‘tampilan baru yang bersinar’ dengan merujuk pada minimalisme dalam rutinitas perawatan, simpel saja. Tren ini menyarankan pemilihan beberapa produk utama saja untuk merangsang munculnya kulit alami yang terasa sehat dan terlihat bersinar.
“Kami senang acara ini juga dihadiri oleh beberapa guru muda dan adik-adik anggota OSIS dari SMK PGRI 3 Bogor. Kehadiran mereka selain sebagai peserta juga sebagai pengamat mengenai pelaksanaan sebuah acara pengenalan produk yang dikemas dalam bentuk temu wicara. Semoga dapat bermafaat dalam menambah pengetahuan dan keterampilan mereka. Setelah Bogor, acara temu wicara dan hangout anak muda ini rencananya akan dilaksanakan di Yogyakarta sebagai kota tempat diproduksinya ADISTINEO,” papar Namira mewakili rekan-rekannya. (ris)










