koranindopos.com – Jakarta. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Anindya Novyan Bakrie, mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif fiskal untuk industri otomotif. Menurutnya, insentif ini akan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan investasi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi di sektor industri otomotif.
Dalam keterangannya pada Rabu (11/12/2024), Anindya menegaskan bahwa Kadin mendukung penuh usulan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengenai pemberian insentif fiskal. “Insentif fiskal untuk industri otomotif dapat memperkuat Indonesia sebagai tempat investasi. Kadin mendukung insentif fiskal bagi industri otomotif sebagaimana diungkapkan Pak Wamen,” ujarnya.
Usulan tersebut diutarakan dalam acara Link & Match yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian pada Selasa (10/12/2024) di Jakarta. Program Link and Match yang dijalankan oleh PT Astra International Tbk bersama dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor otomotif, bertujuan untuk menghindari terjadinya deindustrialisasi, memperkuat supply chain atau rantai pasok, serta mendorong usaha kecil dan menengah agar naik kelas.
Insentif fiskal yang diajukan diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap sektor otomotif, tetapi juga meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk investasi dan mendorong pengembangan industri dalam negeri.
Pemberian insentif fiskal di sektor otomotif diyakini akan memberikan keuntungan jangka panjang, mengingat pentingnya sektor ini dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan adanya dukungan dari Kadin dan sektor industri lainnya, diharapkan pemerintah dapat mempertimbangkan langkah strategis ini untuk mendukung kemajuan industri otomotif di Indonesia dan meningkatkan daya tarik negara sebagai destinasi investasi yang menjanjikan.(dhil)










