koranindopos.com – Jakarta. Aksi pemalakan terhadap seorang penjual kopi gerobak di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan seorang pria memaksa pedagang tersebut untuk memberikan “uang keamanan”, sembari membawa buku catatan dan diduga membawa senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bojong Raya RT 005/001, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, pada Selasa (22/7/2025). Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat pria berbaju jaket merah-hitam-putih dan mengenakan topi biru dongker-merah, mendekati pedagang kopi dan mengintimidasinya. Ia tampak berbicara dengan nada memaksa sambil memperlihatkan buku catatan yang diduga berisi daftar ‘setoran’.
Tak hanya itu, pelaku juga diketahui membawa sangkur, sebuah senjata tajam yang semakin memperkuat unsur intimidasi dalam aksinya. Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menuai kecaman dari warganet yang geram terhadap aksi premanisme di ruang publik.
Menindaklanjuti kejadian itu, pihak kepolisian bergerak cepat. Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana, menyampaikan bahwa pelaku telah berhasil diamankan pada hari yang sama.
“Pelaku sudah kami tangkap hari ini setelah melakukan penyelidikan dari video yang viral. Saat ini sedang diperiksa lebih lanjut,” ungkap Kompol Abdul Jana dalam keterangannya kepada wartawan.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sangkur yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Pelaku kini ditahan dan dijerat dengan pasal terkait pemerasan dan pengancaman.
Kapolsek Cengkareng menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi aksi premanisme di wilayah hukumnya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum terhadap tindakan pemerasan di tempat umum yang menyasar pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima.(dhil)










