Koranindopos.com, Jakarta – Aktor Dion Wiyoko membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya menjaga kesehatan mulut dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Ia menekankan bahwa prioritas merawat kesehatan gusi sama besarnya dengan menjaga kesehatan gigi agar terhindar dari berbagai masalah medis yang serius.
Sebagai seorang figur publik, gangguan pada area mulut diakui Dion sangat memengaruhi produktivitas dan kepercayaan dirinya saat bekerja. Kendala kesehatan seperti gusi bengkak ataupun bau mulut disadarinya dapat menjadi penghambat besar dalam berinteraksi dengan orang lain sehari-hari.
Dion mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki trik khusus dalam membersihkan gigi secara berlebihan setelah makan. Sang aktor memilih untuk tetap konsisten menerapkan metode konvensional demi menjaga kebersihan rongga mulutnya setiap hari.
”Nggak sih aku masih rutin minimal dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur,” ujar Dion dipeluncuran Pepsodent Gum Expert Lab di kawasan Jakarta Barat, Jumat (5/6/2026).
Artis berusia 41 tahun ini mengaku pernah mengalami permasalahan gusi yang cukup parah sebelum akhirnya mendapatkan edukasi yang memadai. Minimnya informasi di masa lalu membuat Dion sempat mengabaikan area gusi hingga akhirnya menyadari dampak buruk yang bisa ditimbulkan.
”Pernah, ya itu tadi saya sempat ceritakan juga kok pengalaman ternyata kesehatan gusi itu sangat-sangat bisa, prioritasnya sama dengan kesehatan gigi itu. Jadi sebelumnya saya sama sekali nggak ada edukasi untuk masalah kesehatan gusi itu harus dirawat dan lain-lain gitu,” ungkapnya.
Rasa sakit yang muncul akibat masalah gusi diakui sangat mengganggu kenyamanan dan ritme aktivitas kesehariannya secara signifikan. Berdasarkan penjelasan medis yang diterimanya, infeksi pada gusi bahkan berpotensi memicu komplikasi penyakit sistemik pada organ tubuh yang lain.
”Oh jelas, pasti ya kalau ada pepatah kan lebih baik sakit hati daripada sakit gigi kan. Nggak mau dua-duanya, nah makanya lebih baik merawat gigi dan gusi itu gitu. Yang jelas sih kalau namanya sakit gigi, sakit gusi itu sangat mempengaruhi gitu,” ujar Dion.
“Dan tadi juga sempat dijelaskan juga sama dokter gigi bahwa kesehatan gusi itu bisa sambungannya bisa ke yang lain-lain, organ-organ tubuh yang lain gitu. Bisa ke jantung, bisa autoimun dan lain-lain. Jadi penting banget itu pusat syaraf dan juga mungkin ya aktivitas saya gitu sebagai public figure pun juga ini bisa menjadi pusat kegiatan saya sehari-hari gitu. Kalau misalnya saya gusinya bengkak ataupun bau mulut ataupun gigi sakit, rasanya mau berinteraksi dengan kalian saja rasanya ada malu-malu, rasanya kayak pengen pakai mulut apa ya pakai tutupin mulut terus gitu pakai masker dan lain-lain gitu,” sambungnya.
Faktor finansial dan tingginya biaya tindakan medis menjadi titik balik utama yang mendasari perubahan paradigma Dion dalam merawat kesehatan mulutnya. Prosedur operasi gusi yang tergolong mahal memicu kesadarannya untuk menjadikan langkah preventif harian sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
“Jadi jangan sampai saya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memperbaiki dan mengobati gigi dan gusi saya, lebih baik saya investasi ya dengan ya merawat gusi dan gigi. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali, terus juga menyikat gigi dengan benar. Dan pemilihan sikat giginya juga gitu,” paparnya.
Untuk urusan estetika, ayah satu anak ini menegaskan bahwa dirinya lebih fokus pada aspek kebersihan medis dibanding sekadar tren kecantikan gigi belaka. Pembersihan karang gigi berkala menjadi agenda wajib yang tidak pernah dilewatkannya demi mencegah penumpukan bakteri merugikan.
”Scaling jelas, itu bukan masalah kecantikan, scaling malah menurutku itu untuk menjaga kesehatan gitu. Karena rasanya kayak mikir kalau kita cek rutin ke dokter gigi paling mikir ngecek lubang atau nggaknya padahal scaling itu penting banget gitu bahwa karang gigi itu menyebabkan banyak sekali gitu bisa ya ya sakit gigi dan lain-lain, gusi juga gitu,” pungkasnya. (BRG/Hend)










