Jumat, 5 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Penyesuaian Program MBG: Dari Ambisi Besar Menuju Kebijakan Tepat Sasaran

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 April 2026
in Nasional
A A
0
Penyesuaian Program MBG: Dari Ambisi Besar Menuju Kebijakan Tepat Sasaran
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Keputusan Prabowo Subianto untuk menyesuaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lebih terfokus pada kelompok rawan stunting menandai adanya perubahan arah kebijakan yang signifikan. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mendengar masukan publik, tetapi juga mulai mengakui realitas tekanan fiskal yang muncul akibat dinamika global, termasuk krisis energi.

Pada tahap awal, MBG diproyeksikan sebagai program berskala besar dengan cakupan luas, menyasar seluruh siswa dan ibu hamil. Namun, pendekatan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan, terutama karena dinilai tidak seimbang antara ambisi dan desain kebijakan. Program yang terlalu luas berisiko tidak tepat sasaran, tidak efisien, serta membebani anggaran negara dengan biaya birokrasi yang besar.

Penyesuaian yang kini dilakukan mencerminkan pergeseran menuju pendekatan yang lebih rasional. Dengan memfokuskan program pada kelompok rentan—seperti anak-anak dari keluarga miskin, ibu hamil berisiko, serta wilayah dengan prevalensi gizi buruk—pemerintah bergerak ke arah kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpotensi memberikan dampak nyata.

Dalam konteks kebijakan publik, langkah ini juga mencerminkan pilihan strategis antara pendekatan universal dan targeted. Program universal memang memiliki daya tarik politik karena menciptakan rasa keadilan semu—semua mendapat manfaat. Namun, dalam praktiknya, pendekatan ini sering kali mahal dan tidak efisien, terutama bagi negara dengan keterbatasan fiskal seperti Indonesia.

Artikel Terkait

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

Sebaliknya, pendekatan targeted memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif. Dengan memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan, setiap rupiah anggaran memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan dampak yang signifikan. Dalam hal ini, fokus pada penurunan stunting menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Desain awal MBG juga mengandung risiko fiskal yang tidak kecil. Program berskala nasional dengan cakupan luas berpotensi menyerap anggaran besar secara berkelanjutan. Tanpa penajaman target, tambahan belanja justru berisiko menghasilkan manfaat yang semakin menurun. Dalam perspektif ekonomi publik, fenomena ini dikenal sebagai diminishing returns, di mana efektivitas tambahan belanja semakin berkurang jika tidak diarahkan secara tepat.

Dengan penyesuaian kebijakan ini, pemerintah meningkatkan efisiensi atau “cost-effectiveness” dari program MBG. Anggaran yang lebih terfokus tidak hanya mengurangi potensi pemborosan, tetapi juga meningkatkan peluang keberhasilan program dalam mencapai tujuan utamanya, yakni menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Secara keseluruhan, perubahan arah MBG patut diapresiasi sebagai bentuk koreksi kebijakan yang berbasis pada evaluasi dan realitas. Ini menjadi contoh penting bahwa kebijakan publik yang baik bukanlah yang paling ambisius, melainkan yang paling tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.(dhil)

Topik: Program MBG

TerkaitBerita

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat
Peristiwa

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

oleh Editor : Affandy
5 Juni 2026
Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya
Nasional

Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

oleh Editor : Affandy
5 Juni 2026
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG
Nasional

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

oleh Editor : Affandy
4 Juni 2026
Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN
Nasional

Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

oleh Editor : Akula
3 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Truntum Cihampelas Bandung

Truntum Cihampelas Bandung Hadirkan Pengalaman Menginap Mewah di Jantung Kota Bandung

5 Juni 2026
Infinix XBOOK 15 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Performa Premium dengan Harga Terjangkau

Infinix XBOOK 15 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Performa Premium dengan Harga Terjangkau

5 Juni 2026
Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

5 Juni 2026
Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

5 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3405 shares
    Share 1362 Tweet 851
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya