Koranondopos.com. JAKARTA – Fenomena stunting masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia yang perlu menjadi perhatian bersama karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kualitas hidupnya dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan keluarga, masyarakat, dan layanan kesehatan primer. Melalui program Estafet Peduli Bumi, Asuransi Astra turut mendukung upaya tersebut dengan melakukan penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Aksi Cegah Stunting (ACTING) di Puskesmas Pembantu (Pustu) Koto Baru, Kota Padang, melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader serta pembentukan Sahabat ACTING dengan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pada Jumat (2/10).
Penguatan layanan kesehatan primer diperlukan untuk mendukung upaya kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masyarakat mengalami sakit, tetapi juga pada edukasi, deteksi dini, dan pencegahan sejak awal. Hal ini menjadi semakin penting dalam upaya pencegahan stunting yang tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, hingga pemahaman keluarga mengenai perilaku hidup sehat. Dengan layanan primer yang lebih terintegrasi dan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat, berbagai upaya tersebut dapat dilakukan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
ILP merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan layanan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu dan anak, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia. Pendekatan ini mendorong layanan kesehatan untuk tidak hanya menangani kondisi ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi, deteksi dini, pemantauan, serta pengelolaan faktor risiko kesehatan. Sejalan dengan hal tersebut, ACTING menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui penguatan edukasi mengenai kesehatan dan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Asuransi Astra berkolaborasi dengan IAKMI untuk mendukung penguatan pendekatan kesehatan masyarakat melalui pendampingan dan pengembangan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan layanan primer.
Sebagai bagian dari penguatan ILP dan ACTING di Puskesmas Pembantu Koto Baru, Asuransi Astra mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan layanan berdasarkan siklus hidup, edukasi kesehatan dan gizi bagi masyarakat, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta penguatan upaya deteksi dini dan pencegahan stunting. Tidak hanya memperkuat peran tenaga kesehatan dan kader, Asuransi Astra juga membentuk Sahabat ACTING, yaitu kelompok remaja yang menjadi bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam edukasi dan pencegahan stunting. Para Sahabat ACTING mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan, gizi, pencegahan stunting, serta pentingnya perilaku hidup sehat yang selanjutnya dapat diteruskan kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Keterlibatan remaja ini diharapkan dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk turut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di lingkungan terdekatnya.
Melalui penguatan fasilitas dan kapasitas layanan serta keterlibatan tenaga kesehatan, kader, remaja, keluarga, dan masyarakat, Asuransi Astra berharap inisiatif ini dapat mendukung terciptanya layanan kesehatan primer yang lebih dekat, terintegrasi, dan berkelanjutan di Pustu Koto Baru. Kolaborasi berbagai pihak juga diharapkan dapat mendorong keberlanjutan upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesadaran keluarga terhadap kesehatan dan pencegahan stunting.
SVP Governance, Risk Management, Compliance and Corporate Secretary Asuransi Astra, Djoko Nugroho Anindito, menuturkan bahwa kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan ketenangan bagi keluarga dan masyarakat.
“Menciptakan peace of mind berarti tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya mengurangi risiko sejak dini. Dalam konteks kesehatan, menjaga kesehatan bukan hanya soal mendapatkan pertolongan ketika sakit, tetapi juga bagaimana kita bisa mencegah risiko kesehatan sebelum terjadi. Karena itu, kami melihat layanan kesehatan primer dan peran masyarakat sebagai dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Layanan yang baik perlu didukung oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk ikut menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Melalui Estafet Peduli Bumi, kami ingin mengambil bagian dalam proses tersebut. Karena pada akhirnya, peace of mind bukan hanya tentang rasa tenang ketika menghadapi risiko, tetapi juga rasa aman karena kita sudah melakukan langkah-langkah untuk mencegahnya,” ujar Djoko. (*)










