Koranindopos.com – JAKARTA – Reaksi alergi pada anak tidak selalu hanya berupa bentol atau ruam pada kulit. Dalam kondisi tertentu, alergi dapat berkembang menjadi anafilaksis, yakni reaksi alergi berat yang dapat mengganggu pernapasan dan fungsi tubuh sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda alergi yang berpotensi membahayakan anak, terutama jika muncul setelah mengonsumsi makanan atau terpapar pemicu tertentu.
Konsultan Alergi, Asma dan Imunologi Anak Mayapada Hospital, dr. Harun Wijaya, Sp.A, mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala alergi yang disertai gangguan pernapasan, pembengkakan, atau muntah berulang.
“Orang tua perlu waspada bila setelah anak terpapar makanan atau pemicu tertentu muncul gejala seperti ruam berupa bentol atau bengkak pada kulit, terutama jika disertai bengkak pada bibir atau lidah, batuk, napas berbunyi, kesulitan bernapas, atau muntah berulang. Perubahan kesadaran anak secara tiba-tiba juga perlu menjadi perhatian,” ujar dr. Harun dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Gejala alergi pada anak dapat berbeda-beda, mulai dari reaksi ringan pada kulit hingga gangguan yang melibatkan beberapa bagian tubuh sekaligus. Dalam kondisi berat, reaksi dapat berkembang dengan cepat sehingga orang tua perlu segera mengambil tindakan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Bentol atau ruam pada kulit, yang dapat muncul setelah anak terpapar pemicu alergi.
- Pembengkakan bibir atau lidah, yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan jalan napas.
- Batuk, napas berbunyi, atau kesulitan bernapas, yang dapat menandakan reaksi alergi serius.
- Muntah berulang, terutama jika muncul bersama gejala alergi lainnya.
- Perubahan kesadaran atau kondisi tubuh, seperti anak mendadak sangat lemas, sulit merespons, atau terlihat berbeda dari biasanya.
Anafilaksis merupakan kondisi darurat medis. Jika anak mengalami kesulitan bernapas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, atau perubahan kesadaran setelah terpapar kemungkinan pemicu alergi, segera hubungi layanan darurat atau bawa anak ke instalasi gawat darurat. Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya.
Mengenali alergi pada anak tidak selalu mudah, terutama ketika anak belum mampu menjelaskan keluhan yang dirasakannya. Perubahan perilaku dan kondisi fisik secara mendadak dapat menjadi petunjuk penting, khususnya jika disertai gejala lain.
Dokter Mayapada Hospital, dr. Nathanne Septhiandi, Sp.A, Subsp.ETIA (K), juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan perubahan kondisi anak yang terjadi secara tiba-tiba.
“Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kondisi anak yang terjadi secara tiba-tiba, seperti menjadi sangat lemas, sulit merespons, atau tampak berbeda dari biasanya, terutama jika disertai gejala alergi lainnya. Jika kondisi anak semakin memburuk, jangan menunggu gejala membaik sendiri,” kata dr. Nathanne.
Ia menekankan pentingnya membawa anak ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kegawatdaruratan anak agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisinya.
Setelah reaksi alergi ditangani dan kondisi anak stabil, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan pemicunya. Pemicu alergi dapat berasal dari makanan maupun faktor lain, sehingga evaluasi perlu disesuaikan dengan riwayat dan gejala yang dialami anak.
Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi dokter untuk menyusun langkah pencegahan, termasuk menghindari pemicu yang terbukti menyebabkan reaksi alergi.
Selain itu, orang tua perlu memahami kemungkinan munculnya reaksi berulang dan mengetahui gejala yang memerlukan pertolongan medis segera. Dengan mengenali tanda bahaya sejak dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi anak memburuk.
Untuk mendukung penanganan kondisi darurat pada anak, Mayapada Hospital menyediakan layanan Pediatric Emergency selama 24 jam dengan dukungan dokter spesialis anak. Layanan ini dilengkapi instalasi gawat darurat ramah anak dengan protokol internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI).
Mayapada Hospital juga menyediakan Pediatric Center untuk menangani berbagai kondisi kesehatan anak, termasuk infeksi, alergi, gangguan saluran cerna, ginjal dan jantung, masalah tumbuh kembang, serta kebutuhan anak dengan kondisi perkembangan tertentu.
Layanan Pediatric Center tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, yakni Lebak Bulus dan Kuningan, serta di Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Jakarta Timur.
Masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dapat menghubungi Call Center 150770 atau WhatsApp 0817-17-150770. Informasi kesehatan dan layanan rumah sakit juga tersedia melalui fitur Health Articles & Tips pada aplikasi MyCare.
Orang tua perlu mengingat bahwa reaksi alergi berat dapat berkembang dengan cepat. Jika muncul tanda bahaya, utamakan pertolongan medis segera daripada menunggu gejala mereda atau mencoba memastikan sendiri penyebabnya.(dhil/dtk)










