koranindopos.com – Jakarta. PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan 345 armada kapal guna memastikan kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Armada tersebut disiapkan untuk menjaga pasokan energi dari wilayah Indonesia Timur hingga Barat, sekaligus mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar selama momen keagamaan tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta avtur yang biasanya mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan masa mudik Idulfitri.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menegaskan bahwa transportasi laut memiliki peran penting dalam rantai pasok energi nasional.
“Sebagai negara kepulauan, transportasi laut memegang peranan vital dalam rantai pasok energi nasional. Karena itu, kesiapan armada menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Mars Ega Legowo dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Dari total 345 armada kapal yang disiagakan, Pertamina Patra Niaga membaginya ke dalam beberapa fungsi distribusi energi, yaitu:
-
266 kapal untuk mengangkut BBM dan avtur
-
27 kapal untuk distribusi minyak mentah (crude oil)
-
45 kapal untuk pengangkutan LPG
-
7 kapal untuk distribusi petrokimia sekaligus berfungsi sebagai floating storage atau penyimpanan terapung
Armada tersebut menjadi tulang punggung distribusi berbagai produk energi strategis seperti Pertalite, Pertamax, Pertadex, B40, avtur, LPG, minyak mentah, hingga berbagai produk petrokimia.
Distribusi produk-produk tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai sektor, mulai dari transportasi darat, penerbangan, industri, hingga kebutuhan rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menjelaskan bahwa operasional pengangkutan energi melalui jalur laut dilakukan dengan perencanaan yang matang serta pengawasan distribusi secara real time.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat untuk memastikan keselamatan operasional selama periode distribusi energi berlangsung.
“Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, kami menyiagakan 345 armada kapal yang beroperasi dari Indonesia Timur hingga Barat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya agar pasokan tetap aman dan tepat waktu,” ujar Arif Yunianto.
Selain memperkuat jumlah armada, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi risiko operasional. Upaya tersebut mencakup antisipasi terhadap dinamika cuaca laut, pengaturan ulang rute pelayaran jika diperlukan, serta optimalisasi terminal bongkar muat untuk mempercepat suplai tambahan di wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, di antaranya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, otoritas pelabuhan, serta instansi lainnya guna memastikan distribusi energi berjalan lancar selama masa operasional Satgas.
“Kami memastikan seluruh armada, sistem monitoring, dan dukungan operasional bekerja optimal selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang solid dan pengawasan berkelanjutan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang,” kata Arif Yunianto.
Melalui kesiapan armada dan sistem distribusi yang terintegrasi, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode penting Ramadan hingga Idulfitri.(dhil)










