koranindopos.com– Nairobi. Indonesia dan Kenya menjalani pertemuan bilateral yang membahas kerja sama antara kedua negara di berbagai sektor. Salah satu poin penting yang dibahas adalah langkah menuju pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) di Kenya.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa Indonesia dan Kenya memiliki peluang untuk menjadi pintu masuk satu sama lain ke wilayah masing-masing, yaitu Indonesia ke ASEAN dan Kenya ke Sub-Sahara Afrika. Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Kenya, William Ruto, di State House, Nairobi, Presiden Jokowi mengungkapkan dorongannya untuk segera membentuk preferential trade agreement.
“Indonesia dapat menjadi pintu masuk Kenya ke ASEAN dan Kenya dapat jadi pintu masuk Indonesia ke Sub-Sahara Afrika. Untuk itu saya mendorong pembentukan preferential trade agreement sesegera mungkin,” ujar Presiden Jokowi.
Pentingnya langkah ini karena perdagangan antara Indonesia dan Kenya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2022 mencapai sekitar 507 juta Dolar AS dan Presiden Jokowi menganggap bahwa nilai tersebut perlu diperluas.
“Peningkatan perdagangan yang mencapai 507 juta Dolar AS di tahun 2022 dan perlu diperluas dengan penjajakan berbagai peluang lainnya,” jelasnya.
Respon positif juga datang dari Presiden Republik Kenya, William Ruto. Dalam keterangan pers yang sama, Presiden Ruto menyatakan bahwa kedua negara akan bekerja sama untuk segera membentuk PTA.
“Kami akan mengerjakan preferential trade agreement antara kedua negara,” kata Presiden William Ruto.
Selain pembentukan PTA, pertemuan ini juga membahas potensi investasi Indonesia di sektor energi di Kenya. Presiden Jokowi berharap mendapatkan dukungan pemerintah Kenya untuk mendorong investasi ini.
“Saya minta dukungan agar investasi Pertamina dengan Geothermal Development Company senilai 1,5 miliar Dolar AS dan dengan Guma Group dapat segera terealisasi dan diperluas di bidang energi baru terbarukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pembentukan Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Indonesia dan Kenya di masa depan.
“Serta perlunya dibentuk bilateral investment treaty antara kedua negara,” ujar Presiden.
Dalam sektor kesehatan, Presiden Jokowi berharap kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari kedua negara dapat diperluas untuk produk obat dan farmasi lainnya.
“Kerja sama antara BPOM kedua negara dan kerja sama antara Biofarma dan BioVax bersama Generics Africa Ltd mengenai vaksin dan produk farmasi, saya harap dapat diperluas untuk produk obat dan produk farmasi lainnya,” tambahnya.
Selain itu, Presiden Jokowi juga menegaskan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan kepada Kenya melalui Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) dalam bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan penanganan bencana.
“Ke depan ini akan terus ditingkatkan, khususnya untuk sektor yang menjadi prioritas Kenya,” kata Presiden.
Pertemuan bilateral ini menunjukkan tekad kuat kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, memperkuat hubungan bilateral, dan menjadikan peluang yang ada untuk menguntungkan masyarakat di kedua negara. (dni)










