Koranindopos.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong literasi keuangan melalui ajang Financial Literacy Award 2025. Perhelatan ini bertepatan dengan Bulan Literasi Keuangan dan peringatan Hari Indonesia Menabung yang rutin diperingati setiap tahun.
Dalam acara tersebut, OJK memberikan apresiasi kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. PNM ditetapkan sebagai Lembaga Keuangan Khusus dan Fintech dengan Program Literasi Keuangan Teraktif serta PUJK dengan Pembentukan OJK Peduli Syariah Termasif.
Penghargaan yang diraih PNM menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam memperluas akses edukasi keuangan. Program literasi yang dijalankan tidak hanya menjangkau masyarakat luas, tetapi juga terbukti efektif dalam memberi pemahaman finansial bagi kelompok yang sebelumnya sulit mengakses layanan keuangan formal.
PNM menegaskan komitmennya melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM. Upaya ini diwujudkan dengan membentuk OJK Peduli Syariah Termasif yang memperluas penyebaran literasi berbasis syariah. Kehadiran program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin sadar terhadap pilihan instrumen keuangan sesuai prinsip syariah.
Langkah PNM sejalan dengan regulasi yang telah dikeluarkan oleh OJK. Mengacu pada POJK No. 3 Tahun 2023 mengenai Literasi dan Inklusi Keuangan serta POJK No. 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, inisiatif literasi ini berperan besar dalam menekan potensi praktik keuangan ilegal.
Selain itu, program literasi PNM berkontribusi terhadap penguatan ekonomi rumah tangga dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sektor keuangan formal. Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa literasi bukan hanya persoalan pengetahuan, melainkan juga strategi untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan penghargaan ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban perusahaan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah untuk terus mendampingi masyarakat prasejahtera.
“Kami percaya literasi keuangan adalah jembatan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Dengan pemahaman finansial yang kuat, masyarakat tidak hanya mampu mengelola ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Arief melalui keterangan resminya.
Dengan pengakuan dari OJK, posisi PNM semakin diperkuat sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, melainkan juga pengembangan kapasitas masyarakat. Program pemberdayaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar nasabah, khususnya PNM Mekaar, dapat mandiri secara ekonomi.
Financial Literacy Award 2025 menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dari strategi pembangunan bangsa. Lebih dari sekadar program edukasi, inisiatif ini menjadi fondasi dalam memperluas akses keuangan, melindungi konsumen, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (Ris/Hend)










