Senin, 10 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

PT NSHE dan Upaya Merawat Harmoni Lingkungan di Tengah Pembangunan PLTA Batangtoru

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
in Megapolitan
A A
0
PT NSHE dan Upaya Merawat Harmoni Lingkungan di Tengah Pembangunan PLTA Batangtoru

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur pembangkit energi baru terbarukan. Di tengah proses pembangunan tersebut, PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Batangtoru.

Bagi PT NSHE, pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan merupakan dua proses yang berjalan beriringan. Berbagai kegiatan seperti revegetasi, pemantauan lingkungan, hingga pembangunan jembatan arboreal dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekosistem di sekitar kawasan PLTA Batangtoru.

Pengelolaan tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan pembangunan proyek. Dengan pendekatan ini, proses konstruksi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keberlanjutan kawasan.

Manager Lingkungan dan Biodiversitas PT NSHE Iqbal Nizar mengatakan, Ekosistem Batangtoru memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pelaksanaan pembangunan.

Artikel Terkait

Sedimen Lumpur Tutup 90 Persen Saluran di Pesanggrahan Jaksel, 500 Personel Dikerahkan

Temuan 111 Cartridge Etomidate di Penjaringan Ungkap Sabu Eceran, Dijual Mulai Rp100 Ribu

Berawal dari Pemecatan Ketua Yayasan, Penemuan 995 Airsoft Gun hingga Bunker Narkoba di Sekolah Jaksel Terungkap

Menurut Iqbal, tantangannya adalah memastikan pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Di sisi lain, keberadaan proyek juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan serta pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Kami memilih untuk berfokus pada potensi tersebut melalui berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan secara konsisten,” ujar Iqbal.

Sejumlah program pengelolaan lingkungan kemudian dijalankan untuk mendukung tujuan tersebut. Kegiatan revegetasi menjadi salah satu upaya untuk membantu pemulihan dan pemeliharaan kondisi kawasan, sementara pemantauan lingkungan dilakukan untuk mengetahui perkembangan ekosistem di sekitar area pembangunan.

PT NSHE juga mengembangkan jembatan arboreal sebagai salah satu bagian dari upaya mendukung keberlangsungan aktivitas satwa di kawasan tersebut.

Upaya menjaga lingkungan di kawasan Batangtoru tidak dilakukan PT NSHE secara sendiri. Perusahaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perguruan tinggi, organisasi konservasi, masyarakat, hingga mitra lainnya.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemantauan keanekaragaman hayati, konservasi habitat, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan program pengelolaan lingkungan.

Iqbal mengatakan, kerja sama lintas pihak diperlukan agar upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“PT NSHE terus membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perguruan tinggi, organisasi konservasi, masyarakat, serta mitra lainnya,” kata Iqbal.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan Batangtoru.

“Melalui pendekatan kolaboratif ini, kami berharap upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem maupun masyarakat di sekitar Batangtoru,” ujarnya.

Pelibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dalam pembangunan PLTA Batangtoru diarahkan sebagai bagian integral dari proses pembangunan, bukan kegiatan yang berdiri sendiri.

Berbagai program yang dijalankan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan infrastruktur energi, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.

Bagi PT NSHE, pembangunan PLTA Batangtoru dan pengelolaan lingkungan merupakan dua proses yang harus berjalan secara beriringan. Karena itu, perkembangan pembangunan proyek terus disertai dengan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk menjaga kondisi lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, PT NSHE berharap keberadaan PLTA Batangtoru tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi baru terbarukan, tetapi juga dapat mendukung upaya menjaga kawasan Batangtoru sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.(dhil)

Topik: plta batangtorupt nshe

TerkaitBerita

Sedimen Lumpur Tutup 90 Persen Saluran di Pesanggrahan Jaksel, 500 Personel Dikerahkan
Megapolitan

Sedimen Lumpur Tutup 90 Persen Saluran di Pesanggrahan Jaksel, 500 Personel Dikerahkan

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
Temuan 111 Cartridge Etomidate di Penjaringan Ungkap Sabu Eceran, Dijual Mulai Rp100 Ribu
Megapolitan

Temuan 111 Cartridge Etomidate di Penjaringan Ungkap Sabu Eceran, Dijual Mulai Rp100 Ribu

oleh Editor : Affandy
9 Agustus 2026
Berawal dari Pemecatan Ketua Yayasan, Penemuan 995 Airsoft Gun hingga Bunker Narkoba di Sekolah Jaksel Terungkap
Megapolitan

Berawal dari Pemecatan Ketua Yayasan, Penemuan 995 Airsoft Gun hingga Bunker Narkoba di Sekolah Jaksel Terungkap

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
Indonesia Shopping Festival
Megapolitan

Indonesia Shopping Festival 2026 Resmi Dibuka, 407 Pusat Perbelanjaan Hadirkan Diskon hingga 80 Persen

oleh Editor : Hana
8 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya