koranindopos.com – Jakarta. Pecinta film horor di Indonesia akan segera disuguhkan dengan film bergendre horor sekaligus thriller di awal tahun 2023 yang berjudul ‘Puisi Cinta Yang Membunuh’. Film terbaru produksi Starvision ini akan tayang 5 Januari 2023 dan menjamin akan membuat jantung penonton berdebar pada setiap scene yang disajikan.
Film horor perdana karya Garin Nugroho ini diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia, dan dibintangi oleh : Mawar de Jongh, Baskara Mahendra, Morgan Oey, Raihaanun, Ayu Laksmi, Kelly Tandiono, Unique Priscilla, Fergie Brittany, Imelda Therinne, Izabel Jahja, Samo Rafael, Yayu Unru, Messi Gusti, Cindy Nirmala, Eduwart Manalu dan lain-lain.
“Sejak lama saya mengenal Mas Garin Nugroho, dan setiap bertemu selalu berencana membuat film bareng yang mempertemukan sisi estetika khas Mas Garin dengan daya tarik minat penonton khas karya Starvision. Akhirnya kami berkolaborasi ketika Netflix Original Movie pertama dibuat di Indonesia, A Perfect Fit. Beliau menulis skenario dan berperan sebagai Production Designer. Semua berjalan menyenangkan, dan jadi karya menarik berkat sentuhannya”. ujar sang produser, Chand Parwez Servia.
“Kami semakin sering bertemu, hingga akhirnya sebuah sinopsis bergenre horor diberikannya, dan berlanjut jadi script Puisi Cinta Yang Membunuh. Mengingat kedalaman layer cerita dari scriptnya, saya minta Mas Garin jadi sutradara, dan dibantu oleh Azhar Kinoi Lubis sebagai co sutradara yang sebelumnya menyutradarai KAFIR : Bersekutu Dengan Setan, horor perdananya di Starvision”. katanya.
Sutradara Garin Nugroho juga menyampaikan, Film Puisi Cinta Yang Membunuh merupakan film Horor perdana saya. Inspirasi dari buku puisi saya berjudul “Adam, Hawa dan Durian”, namun juga terinspirasi dari fenomena masyarakat tentang trauma healing, berbagai bentuk kekerasan ekstrim hingga mitos tenaga supernatural maupun budaya populer di komik, film hingga radio yang membawakan kisah mistis dan horor.
“Film ini juga menggabungkan fenomena dunia tak terlihat dan terlihat serta aspek rasional dan mistik yang hidup dan menghidupi masyarakat Indonesia”. Kata Garin.
Film horor ini mengandung unsur thriler dan drama karena berpusat pada perwujudan cinta manusia serta upaya manusia yang selalu memiliki trauma sekecil apapun yang harus disembuhkan.
Kisah horor ini merepresentasikan tentang tenaga supernatural pada tubuh manusia dan kekerasan yang menjadi sumber dari teror dan horor hidup manusia.
Film Puisi Cinta Yang Membunuh mendapat undangan dari berbagai Festival di antaranya International Film Festival Rotterdam (IFFR) menawarkan World Premiere di Rotterdam, tetapi kami memilih World Premiere di Jogja – NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan sold out. Namun pihak International Film Festival Rotterdam (IFFR) tetap mengundang untuk hadir di Harbour Programme. (ris)










