koranindopos.com – Jakarta. Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (TIDAR) untuk periode 2025–2030. Pemilihan dilakukan secara aklamasi dalam Kongres IV TIDAR yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (17/5). Keputusan ini mendapat dukungan bulat dari seluruh Pengurus Daerah se-Indonesia, Pengurus Luar Negeri, serta jajaran pimpinan Partai GERINDRA.

TIDAR, sebagai organisasi sayap kepemudaan Partai GERINDRA, terus memperkuat eksistensinya sebagai wadah bagi generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa. Dalam pidatonya, Rahayu Saraswati atau yang akrab disapa Sara, menyampaikan kebanggaannya atas transformasi yang ditunjukkan oleh para kader muda TIDAR.
“Dulu banyak yang apatis terhadap politik, sekarang mereka menjadi kader aktif dan solid dari berbagai latar belakang. Kita terus mendorong semangat anak-anak muda,” ujar Sara.
Ia menegaskan bahwa TIDAR kini sedang mempersiapkan kader-kader terbaik untuk maju sebagai calon wakil rakyat dan kepala daerah pada Pemilu 2029. “Pastinya, kami ingin GERINDRA menang dan Pak Prabowo menjabat dua periode,” tegasnya penuh optimisme.
Sebagai formatur tunggal, Sara diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan baru. Dalam proses tersebut, ia akan menjaring putra-putri terbaik dari kalangan kader TIDAR. Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi berjenjang melalui pelatihan Tunas 1 hingga Tunas 4 sebelum seorang kader menduduki posisi pimpinan pusat.

Di bawah kepemimpinan Sara sebelumnya, TIDAR mencatat pertumbuhan signifikan: dari 14 menjadi 38 Pengurus Daerah di seluruh Indonesia, serta ekspansi ke 9 negara melalui jaringan Pengurus Luar Negeri, antara lain di Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Turki, Australia, Malaysia, Singapura, dan Rusia. Dalam waktu dekat, kehadiran TIDAR akan diperluas ke Jepang, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Mesir.
Kiprah TIDAR juga terbukti melalui lahirnya ratusan wakil rakyat dari kalangan kader, termasuk tujuh kepala daerah. Salah satunya adalah Wakil Wali Kota termuda di Indonesia yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Menghadapi visi besar Indonesia Emas 2045, Sara menyatakan komitmennya untuk menjadikan TIDAR sebagai ruang pembelajaran, karya, dan pencetak pemimpin muda lintas bidang.
“TIDAR harus menjadi wadah yang inklusif, mendorong kemandirian ekonomi, dan membuka kolaborasi lintas komunitas. Kita ingin anak muda punya ruang nyata untuk berperan dalam pembangunan bangsa,” tuturnya.
Sara juga menjadi satu-satunya Ketua Umum perempuan di antara sayap pemuda partai politik nasional, menjadikan dirinya simbol dari inklusivitas dan kesetaraan dalam politik.
Kepemimpinan Rahayu Saraswati di periode keduanya diharapkan mampu membawa TIDAR semakin maju sebagai organisasi kaderisasi politik muda yang progresif dan visioner. (sh)










