Koranindoos.com – Jakarta – Sebuah rumah dinas milik Dinas Pertamanan yang berada di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami kebakaran pada Minggu (31/5/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik dan mengakibatkan kerugian material sekitar Rp10 juta.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 21.25 WIB. Informasi awal disampaikan oleh seorang warga bernama Taufiq yang melihat kobaran api muncul dari bangunan tersebut.
“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta,” ujar Abdul Wahid.
Saat kebakaran terjadi, rumah dinas tersebut diketahui dalam kondisi kosong dan tidak dihuni. Warga sekitar yang baru selesai beraktivitas mendadak dikejutkan oleh teriakan mengenai adanya kebakaran. Ketika diperiksa, api sudah membesar dan melalap sebagian bangunan.
Warga kemudian segera menghubungi Sentra Komando Kebakaran (SCC) Damkar Jakarta untuk meminta bantuan. Menanggapi laporan tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel ke lokasi kejadian.
Unit pertama tiba hanya beberapa menit setelah laporan diterima, tepatnya pada pukul 21.28 WIB. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman yang dimulai pada pukul 21.34 WIB.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dilokalisasi pada pukul 21.44 WIB sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 21.52 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 22.15 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Selain itu, petugas juga berhasil menyelamatkan tiga kepala keluarga yang terdiri dari sembilan jiwa yang berada di sekitar lokasi dari potensi dampak kebakaran yang lebih besar.
Meski penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah risiko kebakaran, terutama pada bangunan yang sudah lama tidak digunakan atau dalam kondisi kosong.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda gangguan listrik maupun potensi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan.(dhil)










