Selasa, 16 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Dokter Onkologi Tegaskan Semprot Parfum di Leher Tidak Menyebabkan Kanker Tiroid

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026
in Kesehatan
A A
0
Dokter Onkologi Tegaskan Semprot Parfum di Leher Tidak Menyebabkan Kanker Tiroid

Foto: getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Media sosial belakangan ramai dengan beredarnya informasi yang mengklaim bahwa menyemprotkan parfum langsung ke area leher dapat memicu kanker tiroid. Narasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena menyangkut kebiasaan sehari-hari yang dilakukan banyak orang.

Menanggapi isu tersebut, dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, Dr. dr. Diani Kartini, SpB(Onk), menegaskan bahwa informasi yang menghubungkan penggunaan parfum di area leher dengan risiko kanker tiroid tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Kalau menyemprotkan parfum untuk daerah leher itu sebuah hoaks ya kalau untuk menyebabkan kanker tiroid,” tegas dr. Diani.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat bukti medis yang menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada leher secara langsung dapat memicu terbentuknya kanker tiroid. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi kesehatan yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber yang kredibel.

Artikel Terkait

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian

Kanker tiroid merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar tiroid yang berada di bagian depan leher. Penyebabnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti riwayat keluarga, paparan radiasi dosis tinggi, faktor genetik tertentu, serta kondisi medis tertentu. Namun, penggunaan parfum sehari-hari bukan termasuk faktor risiko yang diakui dalam dunia medis.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa informasi kesehatan yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Di era digital saat ini, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa parfum yang beredar secara resmi telah melalui berbagai proses pengujian keamanan sesuai standar yang berlaku. Selama digunakan sesuai petunjuk dan tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit, penggunaan parfum pada area tubuh, termasuk leher, umumnya aman dilakukan.

Meski demikian, sebagian orang yang memiliki kulit sensitif tetap disarankan untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah menggunakan produk parfum tertentu. Jika muncul iritasi, kemerahan, atau keluhan lain, konsultasi dengan dokter kulit dapat menjadi langkah yang tepat.

Dr. Diani juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi kesehatan yang viral di internet. Menurutnya, keputusan terkait kesehatan sebaiknya didasarkan pada penjelasan tenaga medis dan penelitian ilmiah, bukan hanya berdasarkan unggahan media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dengan klarifikasi dari pakar onkologi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir terhadap klaim yang menyebutkan bahwa menyemprotkan parfum di area leher dapat menyebabkan kanker tiroid. Edukasi dan literasi kesehatan yang baik tetap menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.(dhil)

Topik: dokter onkologikanker tiroid

TerkaitBerita

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan
Kesehatan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

oleh Editor : Affandy
15 Juni 2026
Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati
Kesehatan

Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

oleh Editor : Affandy
12 Juni 2026
Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian
Kesehatan

Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian

oleh Editor : Affandy
11 Juni 2026
BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar Klaim pada 2027, Defisit Capai Rp2 Triliun per Bulan
Kesehatan

BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar Klaim pada 2027, Defisit Capai Rp2 Triliun per Bulan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

15 Juni 2026
Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

15 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Rp 17.773 pada Awal Perdagangan

15 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

15 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya