Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Dokter Onkologi Tegaskan Semprot Parfum di Leher Tidak Menyebabkan Kanker Tiroid

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026
in Kesehatan
A A
0
Dokter Onkologi Tegaskan Semprot Parfum di Leher Tidak Menyebabkan Kanker Tiroid

Foto: getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Media sosial belakangan ramai dengan beredarnya informasi yang mengklaim bahwa menyemprotkan parfum langsung ke area leher dapat memicu kanker tiroid. Narasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena menyangkut kebiasaan sehari-hari yang dilakukan banyak orang.

Menanggapi isu tersebut, dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, Dr. dr. Diani Kartini, SpB(Onk), menegaskan bahwa informasi yang menghubungkan penggunaan parfum di area leher dengan risiko kanker tiroid tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Kalau menyemprotkan parfum untuk daerah leher itu sebuah hoaks ya kalau untuk menyebabkan kanker tiroid,” tegas dr. Diani.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat bukti medis yang menunjukkan bahwa penggunaan parfum pada leher secara langsung dapat memicu terbentuknya kanker tiroid. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi kesehatan yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber yang kredibel.

Artikel Terkait

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan

Kanker tiroid merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar tiroid yang berada di bagian depan leher. Penyebabnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti riwayat keluarga, paparan radiasi dosis tinggi, faktor genetik tertentu, serta kondisi medis tertentu. Namun, penggunaan parfum sehari-hari bukan termasuk faktor risiko yang diakui dalam dunia medis.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa informasi kesehatan yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Di era digital saat ini, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa parfum yang beredar secara resmi telah melalui berbagai proses pengujian keamanan sesuai standar yang berlaku. Selama digunakan sesuai petunjuk dan tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit, penggunaan parfum pada area tubuh, termasuk leher, umumnya aman dilakukan.

Meski demikian, sebagian orang yang memiliki kulit sensitif tetap disarankan untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah menggunakan produk parfum tertentu. Jika muncul iritasi, kemerahan, atau keluhan lain, konsultasi dengan dokter kulit dapat menjadi langkah yang tepat.

Dr. Diani juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi kesehatan yang viral di internet. Menurutnya, keputusan terkait kesehatan sebaiknya didasarkan pada penjelasan tenaga medis dan penelitian ilmiah, bukan hanya berdasarkan unggahan media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dengan klarifikasi dari pakar onkologi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir terhadap klaim yang menyebutkan bahwa menyemprotkan parfum di area leher dapat menyebabkan kanker tiroid. Edukasi dan literasi kesehatan yang baik tetap menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.(dhil)

Topik: dokter onkologikanker tiroid

TerkaitBerita

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya
Kesehatan

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026
IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS
Kesehatan

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan
Kesehatan

Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan

oleh Editor : Affandy
6 Agustus 2026
Gelombang Panas Ekstrem Diprediksi Landa 10 Negara Arab, Suhu Berpotensi Tembus 50 Derajat Celsius
Kesehatan

Gelombang Panas Ekstrem Diprediksi Landa 10 Negara Arab, Suhu Berpotensi Tembus 50 Derajat Celsius

oleh Editor : Affandy
4 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IPO

Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan

8 Agustus 2026
PUNCAK PENGHARGAAN: Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat memberikan sambutan dalam ESG Award 2026. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

ESG Award Tahun Keempat Diikuti 73 Perusahaan Multisektor

9 Agustus 2026
KERJA SAMA: Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja (kanan) secara resmi telah meneken kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

8 Agustus 2026
Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

Dari Model ke Akting, Monica Steffi Main di Sahabat Jadi Apa?

8 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4259 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya