koranindopos.com – UKRAINA. Bakhmut belakangan menjadi sorotan lantaran wilayah timurnya diklaim berhasil direbut sepenuhnya oleh Rusia lewat tentara bayaran Wagner Group. Bakhmut juga dikhawatirkan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) bakal segera jatuh dalam beberapa hari ke depan ke tangan Rusia.
Kota Bakhmut menjadi pusat perang paling sengit di Ukraina sejak delapan bulan terakhir. Kota itu diperebutkan karena dianggap strategis oleh Rusia. Menurut pemerintah Moskow, Rusia bakal lebih mudah merebut seluruh kawasan industri di Donas dan perbatasannya jika berhasil kuasai Bakhmut.
Meski begitu, para pengamat Barat menilai, kemenangan Rusia di Bakhmut bukan merupakan perolehan signifikan dari invasinya di negara itu. Para ahli perang bahkan menganggap kemenangan di Bakhmut bagi Rusia hanya simbol belaka karena kota itu tidak terlalu strategis membantu taktik perang Moskow.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut pasukan Rusia terus mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah panas itu, di tengah kelemahan mereka. Pejabat intelijen NATO sebelumnya memprediksi bahwa jumlah prajurit Rusia yang gugur di Bakhmut lima kali lebih banyak dari pasukan Ukraina.
”Apa yang kita lihat adalah bahwa Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan dan apa kekurangan mereka, mereka coba perbaiki itu dengan penambahan kuantitas,” ucap Stoltenberg di Stockholm saat pertemuan dengan para menteri pertahanan Uni Eropa pada Rabu (8/3/2023). Jens mengatakan, pihaknya tidak dapat mengesampingkan bahwa Bakhmut pada akhirnya akan jatuh dalam beberapa hari mendatang. (cnni/mmr)








