Koranindopos.com, Jakarta – Ajang olahraga panahan internasional yang sangat bergengsi, Satria Legawa Pro Archery Championship 2026, secara resmi dibuka di arena Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta Timur, pada Jumat (21/8/2026). Perhelatan olahraga panahan skala besar yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Selasa (25/8/2026) mendatang ini menjadi arena unjuk ketangkasan serta pembuktian kemampuan bagi 1.153 peserta yang siap memperebutkan gelar juara.
Antusiasme yang begitu luar biasa terpancar jelas dari peta keterlibatan para peserta yang memadati arena pertandingan. Tercatat sebanyak 884 atlet dari dalam negeri yang berasal dari 128 klub panahan yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia turut ambil bagian meramaikan kompetisi. Selain itu, panggung persaingan kian kompetitif dengan hadirnya 78 pemanah mancanegara yang mewakili enam negara sahabat, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Kanada, Prancis, serta Hong Kong, dengan didampingi oleh 191 ofisial.
Kejuaraan akbar ini menyajikan ajang pertarungan sengit di berbagai nomor dan kelompok umur yang sangat beragam serta inklusif. Para peserta berlaga pada kategori Barebow untuk kelompok umur U-9 (5 meter), U-12 (7 meter dan 10 meter), U-15 (30 meter), Barebow Open (20 meter dan 30 meter), hingga kategori khusus instansi TNI dan ASN (20 meter). Tak kalah menarik, kompetisi ini juga mempertandingkan nomor Recurve Open (70 meter), Compound U-15 (30 meter), serta Compound Open (50 meter).
Sederet apresiasi dan penghargaan bernilai tinggi telah disiapkan oleh panitia penyelenggara untuk memberikan motivasi ekstra bagi para pemanah yang berhasil menorehkan prestasi tertinggi pada ajang tahun ini. Ketua Panitia Pelaksana Kolonel Penerbang Dharma T. Gultom memaparkan rincian medali serta kualifikasi pemenang dalam kejuaraan tersebut.
“Terdapat 324 medali dari masing masing kategori, yaitu kualifikasi, eliminasi, beregu, dan mixed tim. Lalu 288 medali bantalan untuk pelajar, satu piala untuk juara umum, uang pembinaan dan sertifikat,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Kolonel Penerbang Dharma T. Gultom, kepada para wartawan di saat pembukaan.
Penyelenggaraan turnamen panahan skala besar ini dilandasi oleh tekad kuat untuk menjaga ritme pembinaan atlet sekaligus mempertahankan tradisi juara panahan Indonesia di level internasional. Motivasi tersebut semakin tebal mengingat tim nasional panahan Indonesia baru saja berhasil menyabet predikat juara umum pada ajang bergengsi SEA Games ke-33 tahun 2025 di Thailand dengan perolehan enam medali emas dan dua medali perunggu.
“Kejuaraan ini juga sudah mendapatkan restu dari bapak KSAU pada paparan tanggal 9 Juni. Selain itu untuk mendorong lahirnya banyak atlet dan melihat animo yang tinggi dari masyarakat dan personel TNI AU. Lebih jauh kami ingin memajukan prestasi terutama ketika panahan menjadi juara umum SEA Games ke-33,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap kejuaraan yang diprakarsai oleh alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2002 Satria Legawa ini datang dari pimpinan TNI AU serta pengurus KONI Pusat. Rangkaian acara pembukaan berlangsung sangat meriah dengan prosesi pelepasan anak panah ke balon secara simbolis serta dihadiri oleh sosok legenda pahlawan perak Olimpiade Seoul 1988, Nurfitriyana Saiman, yang turut memberikan petuah berharga.
“Kejuaraan ini telah berkembang dengan cakupan yang lebih luas,” puji KSAU yang sambutannya dibacakan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster KSAU) Marsda TNI Dr. Palito Sitorus.
“Ini merupakan suatu tahapan bagaimana memulai kegiatan dalam pertandingan-pertandingan yang harus dipersiapkan sejak dini, kita harapkan supaya atlet kita ini mempunyai semangat mempunyai prestasi yang bisa kita andalkan nanti di dunia panahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, KSAU memberikan apresiasi kepada AAU angkatan 2002 sebagai penyelenggara. Ia pun berharap kejuaraan ini bisa melahirkan atlet-atlet berbakat yang bisa membawa nama Indonesia dikancah Internasional.
“Apresiasi alumni AAU angkatan 2002 Satria Legawa. Panahan Indonesia memiliki potensi yang kuat dan perlu dikembangkan melalui kompetisi yang konsisten. Berharap kejuaraan Satria Legawa Championship semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet Panahan berprestasi di tingkat internasional,” pesan KSAU.
“Kuncinya untuk berprestasi adalah banyak berlatih dan bertanding. Jam terbang menentukan segalanya,” tutupnya. (RIS/Hend)










