Koranindopos.com – Jakarta. Banyak cara untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada anak muda masa kini. Dan tentunya cara-cara tersebut harus dilakukan secara kekinian.
Musik, olahraga, film dan kuliner menjadi metode yang paling tepat untuk merangkul generasi muda.
Seperti yang baru dilakukan oleh BPIP. Pada 22 November 2022 lalu, BPIP menggelar kegiatan Bedah Musik Kebangsaan di Universitas Asahan, Sumatera Utara.
“Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi pernah berpesan dihadapan seluruh Menteri dan Pimpinan Lembaga untuk dekati generasi milenial saat sosialisasi Pancasila dengan musik, juga dalam dekati Pancasila dengan olahraga, dekati Pancasila dengan film, dan dekati Pancasila dengan kuliner,” ungkap Wakil Kepala BPIP, Dr. Drs. Karjono SH. M.Hum pada sambutannya di acara tersebut.

Bukan tanpa alasan jika BPIP memilih kampus sebagai lokasi penyelanggaraan kegiatan. Menurut Karjono pihaknya memang berharap kampus dapat menjadi benteng Pancasila, Kampus Pancasila mengingat mata kuliah Pancasila sempat dihapuskan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003.
“Namun, saat ini Alhamdulillah telah ditetapkan PP 4 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional yang mewajibkan mata ajar dan mata kuliah pendidikan Pancasila diajarkan mulai dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi, bahkan untuk pendidikan Formal, Non Formal dan Informal” lanjut Karjono.
Kegiatan Bedah Musik Kebangsaan di Universitas Asahan ini merupakan rangkaian kegiatan yang kelima dari enam lokasi yang direncanakan pada tahun 2022 ini, Dalam pelaksanaannya BPIP bekerja sama dengan Sinergy for Indonesia dan Indonesia Care. Adapun kolaborasi antara Sinergy for Indonesia dan Indonesia Care telah menelurkan satu album musik bertema kebangsaan berjudul Nyanyian Rumah Indonesia.
“Dulu waktu jadi Ketua KNPI saya sempat bicara tentang Pancasila di kampus dibilang “Jadul” oleh para mahasiswa, koq anak muda bicara Pancasila,” ujar Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam kesempatan yang sama. (AL).










