koranindopos.com – JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol akan melanjutkan reklamasi di sisi barat dan timur kawasan Ancol. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PTPembangunan Jaya Ancol Winarto. ”Tahun ini, kami akan meneruskan (pengerukan untuk reklamasi). Untuk (pengerukan) barat dan timur sudah hampir Rp 1 triliun investasinya, sayang kalau tidak dilanjutkan,” terang Winarto.
Menurut Winarto, reklamasi Ancol di timur maupun barat itu direncanakan mencapai 120 hektar. Dari jumlah itu, yang sudah menjadi tanah saat ini baru sekitar 20 hektar. ”Dari 20 hektar itu, sudah kami serahkan hak DKI Jakarta 6 hektar,” imbuhnya.
Meski sudah ada 20 hektar yang sudah berbentuk tanah, dia menyebutkan bahwa hasil reklamasi tersebut belum tercatat sebagai aset Ancol. ”Asetnya belum bisa kami catatkan karena masih proses penyelesaian, belum selesai. Makanya kami ingin lanjutkan pengerukannya. Korporasi sudah menanam uang banyak di sana,” katanya.
Winarto tidak menampik bahwa investasi untuk reklamasi pulau di Ancol tersebut butuh dana besar. Itu karena value yang mereka harapkan bila reklamasi itu rampung bisa lebih besar dibandingkan investasi. ”Kami sudah melirik tapi belum berani melangkah untuk mendekati pihak Jepang. Nanti kan pembangunan MRT Fase 2 sampai Ancol, kami akan coba masuk lewat itu,” terangnya.
Sementara asal tanah yang akan diambil untuk reklamasi tersebut, dia menyebutkan tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan sungai dan kali yang ada di Jakarta. Memang, saat ini, Ancol sudah berkontrak dengan PT MRT Jakarta agar tanah hasil pengerukan saat pembangunan bisa dibuang di Ancol. ”Pak Pj (Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono) juga pesan agar kontrak dengan MRT diperpanjang agar buang hasil tanah pengerukan di Ancol. Tapi kami juga minta tolong agar Ancol bisa keruk sendiri. Kalau gak, gak jadi-jadi 120 hektar itu. Karena keruk sungai di Jakarta hanya 20 hektar setelah sekian lama, mungkin sejak 2008,” jelasnya.(wyu/mmr)










