Koranindopos.com – JAKARTA – Tiga pemuda menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (3/9/2026) dini hari. Salah satu korban mengalami luka parah setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam.
Sekretaris RW 16 Kelurahan Kapuk, Aan, mengatakan ketiga korban bernama Axcel, Fajar, dan Samuel. Peristiwa bermula ketika mereka pulang setelah nongkrong di kawasan PRC.
Saat melintas di sekitar Pasar Dangdut, ketiganya berpapasan dengan seorang pria. Pria tersebut kemudian terjatuh dan diduga tidak terima dengan kejadian itu.
“Pelaku jatuh. Mungkin karena merasa malu atau bagaimana, pelaku itu enggak suka, kemudian korban itu dipukuli,” kata Aan saat ditemui, Kamis (3/9/2026) malam.
Setelah dipukuli, ketiga korban sempat berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Namun, karena kejadian berlangsung pada dini hari, kondisi lingkungan saat itu cukup sepi. Tidak ada warga yang datang membantu ketiganya.
Para korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
Akan tetapi, pengejaran kembali terjadi ketika mereka berada di sekitar RT 23 atau RT 8.
Menurut Aan, pria yang sebelumnya terlibat dalam keributan tersebut sudah membawa senjata tajam dan mengajak sejumlah rekannya.
“Dua korban ini sempat lolos dari pengejaran, tapi yang satu atas nama Axcel ini enggak bisa lari, tertinggal. Akhirnya korban Axcel kena sabetan sajam,” ujarnya.
Aan menyebut senjata tajam yang digunakan pelaku diduga berupa parang. Akibat sabetan tersebut, Axcel mengalami luka serius pada bagian lengan.
“Kondisi lengannya hampir putus karena dibacok,” ungkap Aan.
Axcel kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Cengkareng.
Hingga Kamis malam, Axcel masih menjalani perawatan. Korban disebut masih menunggu tindakan operasi karena sebelumnya terdapat kendala sehingga penanganan medis belum dapat dilakukan.
Sementara itu, dua korban lainnya berhasil meloloskan diri dari pengejaran.
Aan mengatakan aksi penganiayaan serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah ada dua insiden penganiayaan yang terjadi di kawasan itu.
“Kalau dalam waktu dekat, beberapa bulan terakhir ini, ini kedua kalinya,” kata Aan.
Menurut dia, insiden sebelumnya juga dipicu keributan yang terjadi di jalan. Namun, korban dalam kejadian terdahulu tidak mengalami luka separah yang dialami Axcel.
“Cuma sebelumnya kan tidak ada korban luka seperti ini. Kalau ini lukanya cukup parah dan tangannya juga hampir putus,” tuturnya.
Kejadian tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran warga terhadap keamanan di kawasan Kapuk, terutama pada malam hingga dini hari.
Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadillah mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mencari identitas pelaku.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa pembacokan tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman di lokasi kejadian.
“Masalah selisih paham di TKP. Tersangka masih kami lidik,” kata Rahis saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis.
Polisi masih mendalami kejadian tersebut untuk mengetahui secara pasti kronologi penganiayaan, identitas pelaku, serta motif di balik aksi kekerasan yang menyebabkan salah satu korban mengalami luka serius.(Dhil/kmps)










