Senin, 7 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Tiga Tahun Menunggu Bioskop, Iyus Jenius Siap Tayang Pada 10 September 2026

Editor : Akula oleh Editor : Akula
7 September 2026
in Film dan Musik
A A
0
Tiga Tahun Menunggu Bioskop, Iyus Jenius Siap Tayang Pada 10 September 2026

Film musikal anak Iyus Jenius membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan tayang di bioskop (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Film musikal anak Iyus Jenius membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan tayang di bioskop. Perjalanan panjang tersebut kemudian menjadi salah satu pembahasan dalam acara nonton bareng Festival Film Wartawan (FFW) 2026 di CGV FX, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Produser Iyus Jenius, Gandhi Fernando, mengatakan persoalan terbesar justru muncul setelah film selesai diproduksi. Menurut dia, tim harus menunggu cukup lama sebelum mendapatkan jadwal pemutaran di jaringan bioskop.

Setelah melalui penantian tersebut, Iyus Jenius memperoleh 25 layar di XXI dan total sekitar 80 layar jika dihitung dari seluruh bioskop di Indonesia.

“25 layar di XXI, dan totalnya sekitar 80 layar di seluruh bioskop Indonesia,” ungkap Gandhi.

Artikel Terkait

Jadi Produser Film Iyus Jenius. Gandhi Fernando Ingin Lawan Arus

Sheryl Sheinafia Rangkum Perjalanan Hidup dalam Album Bittersweet

Lomba Sihir Perdalam Cerita Personal Lewat Lima Lagu Baru

Penantian panjang yang dialami Iyus Jenius kemudian mendapat perhatian dari Ketua FFW 2026 Benny Benke. Ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan masih adanya persoalan dalam tata kelola peredaran film nasional.

“Ini membuktikan bahwa tata kelola peredaran film kita masih kacau. Tiga tahun menunggu baru dapat 25 layar di XXI,” tegas Benny.

Menurut Benny, persoalan tersebut perlu dibicarakan karena kesempatan sebuah film untuk mendapatkan layar sangat menentukan seberapa luas film tersebut dapat menjangkau penonton.

Ia juga mempertanyakan belum jelasnya parameter yang digunakan dalam menentukan pembagian layar dan jadwal tayang film di bioskop.

“Sistemnya terasa gaib, tidak ada parameter yang jelas,” ucapnya.

Bagi Gandhi, Iyus Jenius sejak awal memang dibuat dengan tujuan menghadirkan tontonan yang dapat dinikmati anak-anak. Keinginan tersebut tidak lepas dari pengalaman masa kecilnya ketika film anak masih menjadi bagian dari tontonan keluarga di bioskop.

Salah satu film yang paling diingat Gandhi adalah Petualangan Sherina. Ia bahkan mengaku menonton film tersebut berkali-kali ketika masih seusia dengan karakter utamanya.

“Dulu waktu film ‘Petualangan Sherina’ rilis, umur saya sama persis dengan tokoh utamanya dan saya nonton film itu sampai 100 kali,” ujar Gandhi.

Sutradara Ahmad Romie mengatakan ide Iyus Jenius kemudian berkembang melalui diskusi bersama tim produksi. Dari pembicaraan tersebut, mereka menyusun cerita sekaligus menentukan pesan yang ingin disampaikan melalui film.

“Kami duduk bersama, lalu bilang: ‘Ini ide bagus, yuk kita kerjakan.’ Lalu kami mulai menyusun ceritanya, menyatukan visi, dan memasukkan apa yang kami rasa penting untuk disampaikan,” ujar Romie.

Format musikal membuat proses produksinya memiliki tantangan tersendiri. Para pemain anak harus menjalani proses yang tidak hanya berkaitan dengan akting, tetapi juga menyanyi dan menari.

“Melatih puluhan anak-anak yang berperan, sekaligus memadukan akting dengan tarian dan lagu jadi tantangan terbesar. Waktu yang terbatas membuat proses koreografi dan latihan menjadi ujian kesabaran tersendiri,” katanya.

Film ini juga menggunakan sejumlah lagu karya Papa T Bob sebagai bagian dari cerita. Lagu-lagu tersebut diolah kembali dan ditempatkan dalam alur cerita yang berkaitan dengan kehidupan anak dan keluarga.

Produser Adnan Djani mengatakan lagu-lagu lama tersebut ingin diperkenalkan kembali melalui cerita yang dekat dengan penonton masa kini.

“Kami ingin mengingatkan anak-anak sekarang bahwa pernah ada masa tontonan anak-anak yang bermutu. Tak semua bisa kami jelaskan secara mendalam dalam satu film, tapi kami ingin menyampaikan: kehidupan keluarga, hubungan orang tua dan anak, semuanya akan baik-baik saja. Dari lagu-lagu lama, kami ingin membangun cerita baru yang bisa dirasakan relevan hingga hari ini,” tutur Adnan.

Baba T Bob, putra mendiang Papa T Bob yang ikut bermain dalam film, melihat Iyus Jenius sebagai salah satu cara untuk menghadirkan kembali lagu anak kepada generasi sekarang.

“Kita ingin memberi pilihan kepada anak-anak. Bahwa ada tontonan yang sesuai dengan usia mereka, bukan yang memaksa mereka tumbuh terlalu cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan film tersebut juga membawa pesan agar anak tidak terlalu takut ketika belajar ataupun melakukan kesalahan.

“Banyak anak-anak takut belajar, takut berbuat salah, takut dimarahi orang tua. Lewat lagu-lagu Papa T Bob yang kami kemas dalam bentuk musikal, kami ingin berkata: tidak apa-apa, belajar itu proses, dan prestasi itu bukan satu-satunya ukuran. Kalau kita berusaha bersama, akhirnya kita akan sampai,” sambungnya.

FFW 2026 menilai film anak seperti Iyus Jenius perlu mendapat ruang lebih luas. Dukungan terhadap film anak dinilai tidak cukup hanya dari sisi produksi, tetapi juga bagaimana karya tersebut dapat menjangkau penonton di berbagai daerah.

Benny berharap pemerintah, termasuk sektor pendidikan, dapat ikut mengambil peran agar film anak Indonesia tidak hanya beredar di kota-kota besar, tetapi juga memiliki kesempatan ditonton masyarakat di berbagai kabupaten. (BRG/Kul)

Topik: film musikalIyus Jenius

TerkaitBerita

Jadi Produser Film Iyus Jenius. Gandhi Fernando Ingin Lawan Arus
Film dan Musik

Jadi Produser Film Iyus Jenius. Gandhi Fernando Ingin Lawan Arus

oleh Editor : Akula
6 September 2026
Sheryl Sheinafia Rangkum Perjalanan Hidup dalam Album Bittersweet
Film dan Musik

Sheryl Sheinafia Rangkum Perjalanan Hidup dalam Album Bittersweet

oleh Editor : Akula
5 September 2026
Lomba Sihir Perdalam Cerita Personal Lewat Lima Lagu Baru
Film dan Musik

Lomba Sihir Perdalam Cerita Personal Lewat Lima Lagu Baru

oleh Editor : Akula
5 September 2026
Tak Cuma Siarkan Pertandingan, RANS dan TVRI Angkat Sisi Bikin Haru Perjuangan Atlet Asian Games 2026
Film dan Musik

Tak Cuma Siarkan Pertandingan, RANS dan TVRI Angkat Sisi Bikin Haru Perjuangan Atlet Asian Games 2026

oleh Editor : Akula
4 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

ZONA MILITER: Sejumlah personel militer Israel tampak beroperasi di wilayah Lebanon. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Israel Lancarkan Serangan Balasan Ke Lebanon, Empat Orang Tewas

7 September 2026
SEKOLAH DARING: Para pelajar SD menyantap menu program makan bergii gratis (MBG). (Foto Ilustrasi: Setneg.go.id)

PJJ di Wilayah Banten Berlaku Selama Tiga Hari Ke Depan

7 September 2026
TAK SEIMBANG: Pemain Barcelona, Lamine Yamal, mengambil bola dari pemain Valencia, Filip Ugrinic, dalam pertandingan La Liga kontra Valencia pada Minggu (6/9/2026). (Foto: (c) AP Photo/Alberto Saiz)

Barcelona Permalukan Valencia di Kandang Dengan Skor 5-0 tanpa Balas

7 September 2026
DEBUT SERI 9: Aldi Satya Mahendra ukir podium di seri 7 World Supersport Misano 2026. (Foto: (c) Dok. Yamaha Indonesia)

Aldi Satya Kembali Ke Magny-Cours Bawa Kenangan Manis

6 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    833 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4442 shares
    Share 1777 Tweet 1111
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya