Koranindoopos.com – JAKARTA – Tokocrypto mencatatkan kinerja positif di pasar tokenized stocks Indonesia. Platform perdagangan aset kripto tersebut mengklaim menguasai 64% pangsa pasar tokenized stocks pada Juli 2026 berdasarkan data CoinMarketCap.
Tokenized stocks merupakan aset digital yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham perusahaan publik. Kehadiran produk tersebut memberikan alternatif bagi pengguna aset digital yang ingin memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga sejumlah saham global melalui instrumen berbasis token.
Saat ini, Tokocrypto menyediakan 15 tokenized stocks, termasuk token yang mengikuti harga saham perusahaan besar seperti Nvidia, Tesla, dan Microsoft.
Sepanjang periode 1-29 Juli 2026, volume perdagangan tokenized stocks di Tokocrypto tercatat mencapai lebih dari US$467 ribu atau sekitar Rp8,36 miliar. Nilai tersebut disebut sekitar tiga kali lipat dibandingkan platform sejenis pada periode yang sama.
Capaian ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap produk tokenisasi aset sekaligus menjadi bagian dari upaya Tokocrypto memperluas pilihan investasi digital bagi masyarakat Indonesia.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan tokenisasi saham berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi global.
Menurutnya, teknologi blockchain memungkinkan aset yang sebelumnya memiliki sejumlah keterbatasan dalam hal akses, waktu perdagangan, maupun proses transaksi untuk dihadirkan melalui format digital.
“Tokenized stocks merupakan inovasi yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi global. Melalui infrastruktur berbasis blockchain, aset yang sebelumnya memiliki keterbatasan dari sisi akses, waktu perdagangan, maupun proses transaksi kini dapat diakses dalam bentuk yang lebih efisien dan mudah dijangkau,” ujar Calvin.
Perluasan portofolio tersebut berlangsung ketika minat terhadap tokenisasi ekuitas secara global juga menunjukkan pertumbuhan.
Menurut data yang dikutip Tokocrypto dari CoinPedia, volume perdagangan tokenized stocks secara global mencapai US$54 miliar pada Juni 2026, meningkat dibandingkan US$34 miliar pada Mei 2026.
Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan volume US$831 juta yang tercatat pada Juli 2025.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan perubahan perilaku sebagian investor yang sebelumnya berfokus pada aset kripto, tetapi mulai mencari eksposur terhadap pasar saham global melalui produk berbasis token.
Salah satu faktor yang disebut mendorong perkembangan tersebut adalah fleksibilitas waktu perdagangan. Tokenized stocks dapat diperdagangkan di luar jam operasional bursa saham konvensional, meski kondisi harga dan likuiditas tetap dapat berbeda ketika pasar saham acuan sedang tutup.
Tokocrypto juga menawarkan nilai transaksi minimum yang relatif rendah bagi pengguna yang ingin mencoba tokenized stocks.
Pengguna dapat mulai melakukan transaksi melalui fitur Convert dengan nilai minimum Rp1.800, sementara transaksi melalui fitur Spot dapat dimulai dari Rp20.000, dengan tetap mengikuti batas dan ketentuan produk yang berlaku.
Nilai transaksi minimum tersebut memungkinkan pengguna, termasuk investor pemula, memperoleh eksposur terhadap aset tokenized stocks dengan modal awal yang lebih kecil.
Bagi Tokocrypto, perkembangan produk ini bukan hanya mengenai penambahan instrumen perdagangan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem investasi digital yang lebih inklusif.
“Kami melihat adanya potensi besar bagi produk ini untuk menjadi jembatan antara dunia keuangan tradisional dan ekonomi digital,” kata Calvin.
Di tengah pertumbuhan produk tokenisasi, Tokocrypto menyatakan akan terus memperluas pilihan tokenized stocks yang tersedia.
Namun, perusahaan juga menekankan pentingnya edukasi pengguna, transparansi, perlindungan konsumen, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Pertumbuhan tokenized stocks juga perlu berjalan beriringan dengan edukasi, perlindungan konsumen, transparansi, serta kerangka regulasi yang kuat. Karena itu, Tokocrypto berkomitmen untuk mengembangkan produk ini secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Calvin.
Tokocrypto juga menjelaskan bahwa aset tokenisasi tersebut mengacu pada saham referensi dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan.
Dengan demikian, pemegang tokenized stocks tidak otomatis memperoleh hak seperti pemegang saham pada umumnya. Produk tersebut tidak memberikan hak suara maupun dividen dan tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali ketentuan produk secara eksplisit menyatakan sebaliknya.
Selain itu, meskipun tokenized stocks dapat diperdagangkan di luar jam perdagangan pasar saham, harga dan likuiditasnya dapat mengalami variasi, khususnya ketika pasar saham acuan sedang tidak beroperasi.
Tokocrypto mengingatkan bahwa perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian.
Pengguna diminta memahami karakteristik produk, risiko, serta seluruh syarat dan ketentuan sebelum melakukan transaksi.
Informasi mengenai tokenized stocks juga tidak dimaksudkan sebagai nasihat maupun rekomendasi investasi. Keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, maupun memperdagangkan aset digital menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna.
Tokocrypto atau PT Aset Digital Berkat merupakan platform perdagangan aset kripto di Indonesia yang didirikan pada 2017.
Perusahaan menyatakan telah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai salah satu pelaku awal industri aset digital di Indonesia, Tokocrypto berfokus mengembangkan ekosistem aset digital sekaligus menjembatani layanan keuangan konvensional dengan ekosistem blockchain global.
Seiring perkembangan bisnisnya, Tokocrypto juga meluncurkan Tokocrypto 2.0 yang didukung teknologi Binance. Platform tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perdagangan yang lebih cepat dan aman, serta didukung likuiditas tinggi.
Tokocrypto menyebut platformnya telah memiliki lebih dari 5 juta pengguna, sekaligus terus memperluas produk dan layanan aset digital bagi masyarakat Indonesia.(Dhil)










