koranindopos.com – Jakarta. Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menyatakan keprihatinannya atas penemuan 63 kg ganja kering di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) kampus mereka. Rektor UIN Suska Riau, Prof. Leny Novianti, menegaskan bahwa pelaku terlibat dalam kasus ini sudah berstatus drop out (DO) dari kampus.
Ditemukannya ganja tersebut bermula dari operasi yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, yang berhasil menemukan paket ganja di atas plafon Gedung PKM. Rektor menyampaikan rasa prihatin atas insiden ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden ke-7 dalam pemberantasan narkoba, khususnya di lingkungan kampus.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Haris Simaremare, menyampaikan bahwa kedua individu—berinisial RS dan S—telah resmi dinyatakan DO, dan data mereka bahkan sudah dihapus dari sistem kemahasiswaan kampus.
Menurut laporan sebelumnya dari DetikSumut, BNN Riau menyita 63 paket ganja kering (masing-masing seberat 1 kg) di Gedung PKM setelah menangkap dua pelaku pada 8 Agustus 2025. Ganja ditemukan dalam kotak-kotak yang disembunyikan di atas atap gedung, dan kedua pelaku diketahui merupakan mantan mahasiswa UIN Suska Riau. Barang tersebut diduga hendak dikirim ke berbagai wilayah termasuk Palembang dan Jawa.
Jika Anda ingin, artikel ini bisa dilengkapi lebih lanjut dengan tinjauan kebijakan kampus mengenai keamanan fasilitas, peranan BNN dalam lingkungan kampus, atau respons masyarakat akademik atas peristiwa tersebut.(dhil)










