Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Untuk Bisnis Kecil Dan Menengah: Karyawan Anda Dapat Menyebabkan Risiko Keamanan Siber

Kaspersky

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
21 Juni 2023
in Teknologi
A A
0
Kaspersky
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Banyak usaha kecil atau menengah berpikir bahwa bisnisnya dapat bertahan tanpa solusi keamanan siber karena anggapan bahwa kecil kemungkinan mereka menjadi target para penjahat siber. Namun, studi terbaru melaporkan bahwa hampir 46% dari seluruh serangan siber menargetkan sektor UMKM. Dan, menurut data dari Forum Ekonomi Dunia, 95% pelanggaran keamanan siber disebabkan oleh kesalahan manusia.

Statistik ini mengklaim bahwa UMKM mungkin tidak menyadari bahwa karyawan mereka dapat secara tidak sengaja – atau bahkan dengan sengaja – membahayakan “kesejahteraan” perusahaan. Beberapa kecerobohan dapat menyebabkan kerugian finansial, reputasi, atau penurunan produktivitas seluruh bisnis.

Kelalaian bukanlah kebanggaan

Menurut survei Kaspersky 2022 IT Security Economics, yang melakukan wawancara dengan lebih dari 3.000 manajer keamanan TI di 26 negara, sekitar 22 persen kebocoran data di sektor UMKM disebabkan oleh karyawan. Proporsi yang hampir sama sebagai penyebab serangan siber, menjadikan karyawan pada titik tertentu sama berbahayanya dengan peretas. Tentu saja, dalam banyak kasus, hal ini terjadi karena kelalaian atau kurangnya kesadaran karyawan.

Artikel Terkait

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

Ada berbagai tindakan karyawan yang secara tidak sengaja dapat menyebabkan pelanggaran keamanan serius dan membahayakan keamanan sektor UMKM. Di antara yang paling utama adalah:

  1. Lemahnya kata sandi: Karyawan mungkin menggunakan kata sandi sederhana yang dapat dengan mudah diretas oleh penjahat siber, hingga pada akhirnya mengakibatkan akses tidak sah ke data sensitif. Bahkan terdapat daftar kata sandi yang paling banyak diretas dan tersedia secara umum– periksa untuk memastikan kata sandi Anda tidak termasuk di dalamnya.
  2. Penipuan Phishing: Karyawan mungkin secara tidak sengaja atau tidak sadar mengeklik tautan phishing di email, yang menyebabkan infeksi malware dan akses tidak sah ke jaringan. Sebagian besar scammerdapat meniru alamat email yang diduga milik perusahaan yang sah, dan saat mengirim email dengan lampiran dokumen atau arsip, ternyata itu adalah sampel malware. Contoh terbaru adalah serangan Agen Tesla yang memengaruhi pengguna di seluruh dunia.

Kaspersky

Contoh email massal yang berbahaya

  1. Kebijakan Bring Your Own Device(BYOD):BYOD mendapatkan momentum lebih besar sebagai akibat dari penguncian sosial berturut-turut selama puncak pandemi. Saat ini, staf di sektor non-esensial terpaksa bekerja dari rumah dan alih-alih keamanan, keberlangsungan bisnis masih menjadi priotitas utama bagi para manajer perusahaan.

Karyawan sering kali menggunakan perangkat pribadi untuk terhubung ke jaringan perusahaan, yang dapat menimbulkan ancaman keamanan serius jika perangkat tersebut tidak memiliki perlindungan memadai terhadap serangan siber. Mengingat fakta bahwa ada lebih dari 400.000 program berbahaya baru yang muncul setiap hari, dan jumlah serangan yang menargetkan perusahaan terus bertambah, bisnis berada dalam situasi genting. Pada saat yang sama, sebagian besar perusahaan tidak berencana (atau merasa tidak mungkin) untuk sepenuhnya memblokir perangkat pribadi agar tidak dapat mengakses data perusahaan.

“Sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan untuk bekerja di kantor hanya dengan PC yang disetujui dengan kemampuan pengiriman data sangat terbatas dan larangan menggunakan flash drive USB. Pendekatan ini, pada kenyataannya, tidak akan berhasil di perusahaan yang digerakkan oleh BYOD.  Pertama, karyawan menggunakan komputer mereka sendiri untuk fleksibilitas lebih besar; tetapi ini tidak berarti bahwa keamanan terganggu. Solusi ideal untuk masalah kehilangan perangkat adalah enkripsi data perusahaan sebagian atau secara penuh, yang didukung oleh sebuah kebijakan. Melalui cara ini, meskipun laptop atau Drive USB telah dicuri, data di dalamnya tidak akan dapat diakses tanpa kata sandi.” Komentar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik, di Kaspersky

  1. Kurangnya Patching: Jika karyawan menggunakan perangkat pribadi, staf TI mungkin tidak dapat memantau keamanan perangkat atau memecahkan masalah keamanan apa pun. Selain itu, karyawan mungkin tidak menerapkan tambalan atau pembaruan ke sistem dan perangkat lunak mereka secara teratur, sehingga meninggalkan kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh penjahat siber.
  2. Ransomware: Jika terjadi serangan ransomware, penting untuk menyiapkan cadangan data – untuk memiliki akses ke informasi terenkripsi bahkan jika penjahat siber telah berhasil mengambil alih sistem perusahaan.
  3. Rekayasa Sosial: Karyawan mungkin secara tidak sengaja memberikan informasi sensitif seperti detail login, kata sandi, atau data rahasia lainnya sebagai tanggapan terhadap taktik rekayasa sosial atau penipuan phishing. Mereka yang lebih mudah ditipu adalah karyawan baru yang tidak mengetahui “kebiasaan” perusahaan. Misalnya, penipu mungkin berpura-pura menjadi “bos” pendatang baru, lalu mencoba mencuri beberapa informasi penting tentang perusahaan atau melakukan pemerasan uang.

Salah satu contoh cara scammers beroperasi adalah dengan mengirimkan email yang menyamar sebagai atasan atau seseorang yang lebih senior (menggunakan alamat tidak resmi) meminta karyawan tersebut untuk melakukan tugas “segera”. Pemula akan dengan senang hati membantu. Tugasnya mungkin, seperti, mentransfer dana ke kontraktor atau melakukan pembelian sertifikat hadiah dengan nilai tertentu. Dan pesan tersebut memperjelas bahwa “harus dilakukan secara cepat” dan “Anda akan dibayar kembali pada penghujung hari”. Penipu berusaha idak memberikan waktu kepada karyawan untuk berpikir atau memeriksa ulang dengan orang lain.

Di atas merupakan kesalahan yang dapat dilakukan karyawan karena kelalaian. Tapi apa yang terjadi jika seorang karyawan dengan sengaja berusaha merusak keamanan perusahaan saat bekerja atau tepat setelah meninggalkan pekerjaannya? Lebih banyak masalah yang mungkin akan muncul kemudian.

Keinginan untuk membalas dendam

Meskipun kesalahan yang tidak disengaja atau pengabaian kebijakan keamanan siber menjadi penyebab sebagian besar kebocoran, manajer keamanan melaporkan bahwa sekitar sepertiga (36 persen) dari kebocoran yang dipicu karyawan merupakan tindakan sabotase atau spionase yang disengaja.

Kaspersky melaporkan beberapa masalah terkait sabotase yang disengaja. Salah satu contoh terjadi ketika mantan pemasok perangkat medis menyabotase pengiriman ke pelanggan: setelah dipecat dari entitas mereka, eksekutif layanan kesehatan menggunakan akun rahasia untuk menunda proses pengiriman. Karena perusahaan layanan kesehatan tidak dapat mengirimkan persediaan tepat waktu, mereka terpaksa menutup semua proses bisnis untuk sementara, dan interupsi terus berlanjut bahkan berbulan-bulan kemudian. Pada akhirnya, perusahaan terpaksa menghubungi lembaga penegak hukum.

Contoh kasus lainnya adalah ketika seorang mantan karyawan TI mengajukan keluhan diskriminasi rasial terhadap suatu organisasi. Setelah ditawarkan untuk relokasi, dia menolak; bekerja dari jarak jauh adalah salah satu syarat utamanya. Akibatnya, dia dipecat – dan memutuskan untuk membalas dendam. Yang bersangkutan mengubah kata sandi akun Google perusahaan, menolak akses email mantan rekannya, dan memblokir lebih dari 2.000 siswa untuk menerima materi pelajaran.

Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana mantan karyawan, dalam upaya balas dendam, dapat menyebabkan kerugian nyata bagi perekrut mereka terdahulu.

UMKM membutuhkan beberapa tindakan – apa yang harus dilakukan?

Tingginya jumlah insiden dunia maya yang berasal dari karyawan menunjukkan bahwa semua organisasi memerlukan pelatihan kesadaran keamanan dunia maya yang menyeluruh untuk mengajari staf cara menghindari kesalahan keamanan umum.

“Bisnis harus menggunakan perlindungan titik akhir dengan kemampuan deteksi dan reaksi ancaman untuk mengurangi risiko serangan dan pelanggaran data. Layanan perlindungan terkelola juga akan membantu organisasi dengan investigasi serangan dan reaksi profesional. Untuk mengurangi kemungkinan insiden yang disebabkan oleh karyawan, pelatihan kesadaran keamanan siber menyeluruh yang mengajarkan cara mencegah ancaman umum juga diperlukan.” Tambah Adrian.

Untuk benar-benar yakin bahwa keamanan siber perusahaan Anda berjalan dengan baik-baik saja, Kaspersky menyiapkan menyarankan:

  • Gunakan solusi perlindungan untuk titik akhir dan server email dengan kemampuan anti-phishing, untuk mengurangi kemungkinan infeksi melalui email phishing.
  • Ambil langkah-langkah perlindungan data utama.Selalu melindungi data dan perangkat perusahaan, termasuk mengaktifkan perlindungan kata sandi, mengenkripsi perangkat kerja, dan memastikan cadangan data.
  • Penting untuk menjaga keamanan perangkat kerja secarafisik – jangan meninggalkannya tanpa pengawasan di tempat umum, selalu kunci, dan gunakan kata sandi yang kuat dan perangkat lunak enkripsi.
  • Bahkan perusahaan kecil pun harus melindungi diri dari ancaman dunia maya, terlepas dari apakah karyawan bekerja di perangkat perusahaan atau pribadi. Kaspersky Small Office Securitydapat diinstal dari jarak jauh dan dikelola dari cloud; tidak memerlukan banyak waktu, sumber daya, atau pengetahuan khusus untuk penerapan dan pengelolaan.
  • Menemukan solusi khusus untuk usaha kecil dan menengahdengan manajemen sederhana dan fitur perlindungan yang terbukti; seperti Kaspersky Endpoint Security Cloud. Alternatifnya, delegasikan pemeliharaan keamanan siber ke penyedia layanan yang dapat menawarkan perlindungan khusus. (ris)
Topik: Kaspersky

TerkaitBerita

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel
Teknologi

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel

oleh Editor : Affandy
28 Juni 2026
Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global
Teknologi

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026
Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama
Teknologi

Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dirut BULOG Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut BULOG Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

28 Juni 2026
ISTEK Widuri Teguhkan Komitmen Bangun SDM Unggul Melalui Integrasi Sosial dan Teknologi

ISTEK Widuri Teguhkan Komitmen Bangun SDM Unggul Melalui Integrasi Sosial dan Teknologi

28 Juni 2026
pendaftaran Pendidikan Profesi Guru

PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

28 Juni 2026
Perjuangan Single Parent, Alasan Andi Agum Serius dan Lamar DJ Una

Perjuangan Single Parent, Alasan Andi Agum Serius dan Lamar DJ Una

28 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3611 shares
    Share 1444 Tweet 903
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    455 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya