Koranindopos.com, Jakarta. – Aktor Dimaz Andrean menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mencari tayangan ilegal lewat link streaming bajakan. Dalam peluncuran paket premium baru Vision+ di iNews Tower, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025), ia menyerukan pentingnya beralih ke layanan resmi.
Kehadiran Dimaz bukan sekadar formalitas. Ia membawa pesan tegas untuk penikmat konten digital agar lebih bijak dalam memilih sumber hiburan.
“Jadi, sebenarnya sudah nggak ada alasan lagi buat masyarakat nyari link yang bajakan,” ucap Dimaz.
Vision+ meluncurkan promo terbaru yang membuat akses ke konten legal makin terjangkau. Mulai 1 Agustus 2025, pelanggan hanya perlu membayar Rp1 untuk bulan pertama dan Rp20.000 per bulan selanjutnya.
Paket ini menawarkan beragam konten sesuai minat dan kebutuhan semua kalangan. Para pria bisa menikmati siaran MotoGP, Formula 1, sepak bola AFC-AFF, hingga perjalanan Timnas menuju Piala Dunia 2026.
Bagi wanita, tersedia drama viral seperti Arab Maklum 3, Ejakulasi Dini, serta Sugar Daddy. Sinetron dan film lokal maupun internasional pun bisa dinikmati lewat satu platform.
Vision+ juga tidak melupakan anak-anak. Tayangan edukatif seperti Upin Ipin dan beragam animasi lainnya siap menghibur dan mendidik, tanpa kekhawatiran akan konten negatif.
Data kuartal kedua 2025 mencatat lonjakan pelanggan premium Vision+ mencapai 4,1 juta dari total 38 juta pengguna aktif bulanan. Strategi pengurangan konten gratis terbukti meningkatkan langganan.
CEO PT MNC Digital Entertainment Tbk menyatakan, “Kami sangat antusias meluncurkan paket Vision+ terbaru. Dengan konten eksklusif dan paket yang dirancang khusus untuk pria, wanita, dan anak-anak, Vision+ siap menawarkan pengalaman yang lebih personal dan dinamis.”
Harga yang terjangkau dan konten berkualitas membuktikan bahwa hiburan legal kini bisa diakses semua kalangan. Tindakan mengakses tayangan bajakan selain melanggar hukum juga mengancam keamanan data.
Dengan perkembangan ini, Vision+ memperkuat posisinya sebagai penyedia hiburan digital terpercaya. Saatnya masyarakat mendukung industri kreatif dengan cara yang benar. (Ris/Hend)










