Koranindopos.com, Jakarta – Proses produksi film drama religi terbaru bertajuk ‘Ibadah & Cinta’ menyisakan kisah unik sekaligus menggelitik bagi dua pemeran utamanya, Indah Permatasari dan Achmad Megantara, selama menjalani proses syuting di Melbourne, Australia. Saat melakukan pengambilan gambar di Negeri Kanguru tersebut, akting totalitas yang mereka suguhkan justru memicu kepanikan nyata dari masyarakat lokal yang berada di sekitar lokasi. Kejadian tidak terduga ini berlangsung sangat natural di sebuah kawasan yang relatif sepi, tepat ketika mereka berdua tengah mendalami adegan emosional yang sangat krusial bagi jalinan cerita film tersebut.
”Jadi tuh ada adegan ceritanya Santun pingsan. Santun pingsan kan. Sudah, di situ ceritanya kan gak ada orang, namanya juga syuting begitu kan maksudnya kan di tempat sepi gitu kan gak ada orang kan. Terus habis itu waktu dia pingsan gua kaget kan ‘Santun!’ gua teriak kayak ‘tolong! tolong! tolong!’. Iya, terus tiba-tiba beneran loh ada orang yang nolongin, warga itu beneran! Wah itu adegan terus kayak gua tuh sebenarnya pengen ngelanjutin sebenarnya tapi sayang banget,” ucap Megantara saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
Aktor tampan berusia 27 tahun itu sangat menyayangkan keputusan dari pihak kru produksi yang langsung menghentikan proses perekaman kamera tepat ketika warga asing tersebut melangkah mendekat untuk memberikan pertolongan medis. Indah Permatasari selaku lawan mainnya dalam proyek layar lebar ini sempat mengonfirmasi dan mempertanyakan kembali apakah momen spontan yang sangat berharga dan bernilai sinematik tinggi itu sempat diabadikan dengan baik oleh sistem kamera nirkabel mereka.
”Gak ada Bung! Gak ada Bung waktu itu kebetulan kita cuma pakai wireless. Iya, jadi ditolongin beneran sama orang, itu beneran. Itu mungkin kalau pakai wireless gua akan tetap lanjutin sih, tapi nanti untuk sampai masalahnya dipakai yang mana kan kembali to sutradara gitu kan. Keren sih, keren banget itu panik, panik gila itu orang mukanya. Gak ada calling-an lagi, gratis lagi,” jelas pemeran Rico tersebut.
Selain insiden kepanikan warga lokal yang mengira kejadian tersebut nyata, tim produksi yang menghabiskan waktu sekitar dua minggu di Australia ini juga beruntung karena berhasil mendapatkan aktor figuran secara dadakan dari jalanan. Seorang warga asli Australia yang secara kebetulan sedang berjalan melintasi area set syuting akhirnya diajak secara langsung untuk masuk ke dalam frame film tanpa adanya perencanaan matang atau kontrak formal sebelumnya.
”Itu juga gak calling-an ya Ndah. Itu calling-an di jalan. Itu orang Australia lagi lewat kita jemput saja gitu, upahnya itu cuma transportasi doang,” ujar Megantara dengan nada bercanda.
Di sisi lain, aktris cantik berusia 29 tahun, Indah Permatasari, mengungkapkan bahwa dirinya sangat menikmati seluruh rangkaian proses pengambilan gambar di lingkungan yang memiliki suhu udara cukup dingin tersebut. Istri dari komika ternama Arie Kriting ini menjelaskan bahwa karakteristik cuaca ekstrem yang ada di benua Australia tersebut justru memberikan dampak positif yang signifikan dalam membantu dirinya untuk tetap menjaga fokus akting secara prima tanpa gangguan fisik.
”Kalau aku pribadi aku lebih senang ya di tempat dingin. Jadi kalau tempat dingin itu apa ya, minim distraksi gitu. Jadi tidak kegerahan, tidak ada distraksi keringat, gatal, apa pun itu lah,” katanya.
Pandangan senada turut disampaikan oleh Achmad Megantara yang menilai bahwa atmosfer syuting di kota Melbourne memberikan sebuah aura magis tersendiri yang sangat menyatu dengan setiap adegan intens dalam naskah. Alur cerita ‘Ibadah & Cinta’ ini sendiri berpusat pada sosok Rico, seorang pemuda agnostik yang dibesarkan di Australia, yang kemudian mengalami transformasi spiritual luar biasa setelah pulang ke Indonesia dan bertemu dengan Santun, putri seorang Kyai yang sangat taat beragama, hingga cobaan penyakit leukemia membawa mereka kembali ke Australia untuk menjalani pengobatan.
”Distraksi kenapa Ndah? Gak ada knalpot. Jadi pas lagi sedih-sedih berisik gitu distraksinya gak banyak. Jadi perbedaannya di situ ada, malah lebih enak banget secara cuaca terus juga tempat itu membawa juga suasananya kayak ada auranya sendiri dan jadi kayak benar-benar menyatu sama scene yang kita lakukan. Menyenangkan sih gak ada beban,” tandasnya.
Film “Ibadah & Cinta” dijadwalkan akan segera tayang mulai 24 September 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. (BRG/Kul)










