Senin, 25 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Wisata Berbasis NEWA: Tren Pariwisata Pascapandemi Berbasis NEWA: Tren Pariwisata Pascapandemi

Editor : Hana oleh Editor : Hana
25 Juni 2023
in Nasional
A A
0
Wisata

Cover: Penerapan wellness tourism dalam pariwisata berbasis NEWA (Shutterstock/Hlib Shabashnyi)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Setelah sempat “mati suri” akibat badai pandemi COVID-19, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia terus bangkit. Menariknya, kembali bangkitnya sektor pariwisata menciptakan sebuah tren berwisata yang berbeda dengan sebelumnya, yakni dengan berfokus menciptakan wisata yang berkualitas, dan mengarah pada NEWA.

Buat Sobat Parekraf yang belum tahu, NEWA adalah konsep berwisata yang mengutamakan Nature, Eco-tourism, Wellness tourism, dan Adventure tourism. Dengan kata lain, tren pariwisata pascapandemi satu ini mengarah pada konsep berwisata yang fokus menjaga kelestarian lingkungan dan alam sekitar.

Di masa pascapandemi, konsep wisata NEWA banyak dicari oleh wisatawan. Terutama bagi wisatawan yang ingin “balas dendam” untuk berlibur setelah lebih dua tahun harus berada di rumah saja. Salah satu alasannya karena tren pariwisata ini tergolong aman dan memiliki risiko yang lebih kecil. Mengingat, konsep wisata NEWA mengutamakan kualitas yang bersifat low-touch dan less-crowd. Seperti wisata alam, wisata adventure, desa wisata, hingga wisata rural.

Konsep wisata berbasis NEWA memiliki peluang yang sangat bagus di masa depan. Diharapkan, penerapan konsep wisata NEWA di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dapat mendorong wisatawan untuk merawat keindahan alam dan budaya. Sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Artikel Terkait

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro

Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa

Pemerintah Siap Terapkan Kebijakan DHE dan Tata Kelola Ekspor SDA Mulai 1 Juni

Penerapan NEWA dalam Sektor Parekraf

Tren pariwisata pascapandemi berbasis NEWA sudah mulai diterapkan dalam sektor pariwisata Indonesia. Sebut saja salah satunya adalah Nature tourism yang fokus mengajak wisatawan mengunjungi berbagai kawasan alami untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Sementara itu, konsep ecotourism bisa dilihat dari dikembangkannya pariwisata berkelanjutan di berbagai destinasi wisata. Kaya akan sumber daya alam dan budaya, konsep ecotourism memiliki potensi besar yang bisa menjadi unique selling point pada sektor parekraf di Indonesia.

Wisata%20Berbasis%20NEWA%20Tren%20Pariwisata%20Pascapandemi Pantai%20Pulisan%20Likupang Shutterstock%201522193915 Ryan%20Melandie - Wisata Berbasis NEWA: Tren Pariwisata Pascapandemi Berbasis NEWA: Tren Pariwisata Pascapandemi

Foto: Penerapan konsep Nature tourism dalam pariwisata NEWA (Shuttterstock/Ryan Melandie)

 

Banyak destinasi ekowisata di Indonesia yang fokus pada kelestarian alam, dan tetap mempertahankan keutuhan budaya setempat. Seperti kawasan konservasi alam Tangkahan di Sumatera Utara, Taman Nasional Tanjung Puting, serta Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lantas, bagaimana dengan konsep berwisata wellness tourism? Bisa dikatakan, wellness tourism menjadi salah satu kunci pemulihan sektor pariwisata pascapandemi. Hal ini dibarengi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat yang lebih peduli kesehatan.

Indonesia memiliki peluang besar dalam menggencarkan wellness tourism. Mengingat, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-17 sebagai pasar tujuan wisata kebugaran. Belum lagi, ada banyak destinasi wellness tourism di Indonesia, salah satunya Rumah Atsiri di Tawangmangu.

Di sisi lain, konsep Adventure tourism turut menjadi prioritas berwisata pascapandemi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jenis wisata yang menjadi incaran wisatawan. Seperti trekking, hiking, rafting dan wisata susur sungai, hingga eksplorasi ke berbagai daerah untuk menikmati keindahan alam yang masih terjaga dengan sangat baik.

Inovasi Penginapan dalam Konsep NEWA

Di sisi lain, industri akomodasi wisata atau perhotelan di Indonesia terus melakukan inovasi agar tetap bertahan pascapandemi COVID-19. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menciptakan penginapan yang sesuai dengan konsep NEWA.

Saat ini glamping (glamorous camping) menjadi akomodasi penginapan yang berhasil menarik banyak wisatawan. Saking populernya, mengutip dari laporan “Tren Industri Pariwisata 2022-2023”, sebagian besar wisatawan lebih memilih glamping (45,9%), dibandingkan menginap di resort (24,7%) sebagai alternatif liburan pascapandemi.

Popularitas glamping sebagai alternatif berwisata pascapandemi sebenarnya masuk akal. Mengingat, tren berkemah satu ini tetap menerapkan social distancing (low-touch dan less-crowd), serta mengusung konsep nature, ecotourism, wellness, dan adventure tanpa mengurangi keseruan berlibur.

Dalam jangka panjang, diharapkan penerapan wisata berbasis NEWA dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia, sehingga dapat mencapai target 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara, serta 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara.

Topik: Wisata

TerkaitBerita

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro
Peristiwa

Kondisi Gus Hilman Membaik Usai Kecelakaan di Tol Paspro

oleh Editor : Affandy
24 Mei 2026
Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa
Nasional

Kapal Selam Pakistan dan Kapal Perang Indonesia Bermanuver di Laut Jawa

oleh Editor : Affandy
23 Mei 2026
Perdagangan
Nasional

Pemerintah Siap Terapkan Kebijakan DHE dan Tata Kelola Ekspor SDA Mulai 1 Juni

oleh Editor : Hairul
23 Mei 2026
Jemaah Haji
Nasional

Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

oleh Editor : Hairul
23 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

DUEL SENGIT: Christopher Nkunku mengeksekusi penalti ke gawang Genoa pada Minggu (17/5/2026) (Foto Ilustrasi: (c) AC Milan Official)

Cagliari Mati-matian Hadapi AC Milan di San Siro

24 Mei 2026
TERLIBAT KETEGANGAN: Sebuah kapal coast guard Jepang (bawah) saling semprot air dengan kapal coast guard Taiwan yang mengawal puluhan kapal nelayan Taiwan berlayar melewati perairan dekat pulau sengketa di Laut China. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Kapal Taiwan dan China Bersitegang di Pulau Pratas

24 Mei 2026
Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

24 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

24 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3229 shares
    Share 1292 Tweet 807
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya