Koranindopos.com, JAKARTA – Wong Hang Bersaudara kembali terlibat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, rumah mode yang dikenal dengan tradisi bespoke tailoring tersebut dipercaya menyiapkan busana untuk sejumlah agenda kenegaraan yang berlangsung di Monas dan Istana Merdeka.
Keterlibatan Wong Hang dalam perayaan kemerdekaan bukan kali pertama. Sebelumnya, mereka juga mengerjakan kebutuhan busana untuk berbagai agenda penting, mulai dari kegiatan di Nusa Tenggara Timur (NTT), pertemuan tingkat internasional, hingga rangkaian acara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Master Tailor Wong Hang Bersaudara, Stephen Wongso, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab tersendiri bagi pihaknya.
“Bagi kami di Wong Hang Bersaudara, bisa terus dipercaya mengawal agenda kenegaraan, mulai dari perhelatan di NTT, KTT Internasional, IKN, hingga puncak peringatan di Monas dan Istana Merdeka adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Ini bukan sekadar tugas merancang busana, melainkan bentuk pengabdian dan kontribusi nyata kami dalam mengawal momen-momen bersejarah bangsa,” ujar Stephen Wongso.
Menurut Stephen, setiap agenda kenegaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, proses pembuatan busana harus memperhatikan ukuran, potongan, hingga detail pakaian agar sesuai dengan kebutuhan pemakainya.
Hal senada disampaikan Samuel Wongso. Ia menyebut persiapan untuk perayaan kemerdekaan membutuhkan perhatian khusus, terutama karena busana akan dikenakan dalam agenda resmi negara.
“Setiap perayaan 17-an memiliki keunikan dan tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan presisi serta kerapian busana para pejabat dan tokoh negara. Untuk kesempatan di Monas dan Istana Merdeka tahun ini, kami mendedikasikan standar craftsmanship terbaik agar karya penjahit lokal Indonesia dapat tampil memukau dan berwibawa di panggung utama kemerdekaan,” kata Samuel.
Selain menyiapkan busana untuk agenda kenegaraan, Wong Hang juga memanfaatkan momentum perayaan kemerdekaan untuk memperkenalkan lini produk retail. Mereka berkolaborasi dengan GAMS Tactical melalui sebuah booth interaktif yang menghadirkan produk dengan perpaduan material taktis dan gaya busana pria.
Direktur GAMS Tactical, Oldap, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan fungsi dan gaya dalam satu produk.
“Merupakan sebuah kebanggaan besar bagi GAMS Tactical dapat bersanding dengan rumah busana legendaris Wong Hang Bersaudara di panggung perayaan kemerdekaan yang bersejarah ini. Kolaborasi lini retail ini menghadirkan perpaduan sempurna antara ketahanan bahan taktis yang fungsional dan sentuhan keahlian jahit berkelas tinggi khas Wong Hang. Kami percaya sinergi ini menjadi bukti bahwa karya anak bangsa mampu menghadirkan produk yang tidak hanya tangguh, tetapi juga memiliki nilai estetika dan kualitas berstandar tinggi,” ungkap Oldap.
Momentum tersebut juga digunakan Wong Hang untuk menyampaikan kepedulian terhadap masyarakat NTT melalui narasi #PrayForNTT. NTT memiliki hubungan khusus dengan perjalanan Wong Hang dalam mengerjakan berbagai agenda sebelumnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang tidak hanya berbicara tentang seremoni, tetapi juga kepedulian dan solidaritas terhadap sesama masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, Wong Hang mulai memadukan keterampilan menjahit yang telah dijalankan selama bertahun-tahun dengan teknologi digital. Mereka menggandeng AKSADIGITEX untuk menghadirkan teknologi pengukuran tubuh berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Melalui teknologi tersebut, pengunjung booth dapat mencoba proses pengukuran tubuh secara digital. Teknologi ini dirancang untuk membantu mendapatkan ukuran yang lebih cepat dan presisi dalam kebutuhan busana.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Wong Hang untuk mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan teknik jahit yang selama ini menjadi bagian dari identitas mereka. Tradisi tailoring dipadukan dengan teknologi AI untuk memberikan pengalaman baru kepada pelanggan.
Keterlibatan di perayaan kemerdekaan tahun ini pun menjadi bagian dari perjalanan Wong Hang Bersaudara dalam mempertahankan tradisi menjahit sekaligus membuka ruang bagi inovasi. Dari busana untuk agenda kenegaraan hingga teknologi pengukuran berbasis AI, Wong Hang mencoba membawa keterampilan tailoring Indonesia tetap relevan dengan perkembangan zaman. (BRG/Kul)










