Koranindopos.com, Jakarta – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara 2026 menjadi panggung bagi berbagai inovasi teknologi buatan dalam negeri. Salah satu yang mencuri perhatian adalah AI SMART MEASUREMENT, aplikasi pengukuran tubuh berbasis kecerdasan buatan hasil kolaborasi Wong Hang Bersaudara bersama perusahaan teknologi Aksadigitex.
Teknologi tersebut diperkenalkan kepada publik melalui dukungan Divisi Logistik Polri dalam pameran yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara. Kehadiran AI SMART MEASUREMENT menjadi contoh penerapan transformasi digital yang menyasar sektor perlengkapan dan industri garmen nasional.
AI SMART MEASUREMENT dirancang untuk menyederhanakan proses pengambilan ukuran tubuh yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual. Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, aplikasi ini mampu menghasilkan data ukuran secara lebih cepat, konsisten, dan presisi sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi pakaian.
Pengembangan sistem tersebut bukan dilakukan dalam waktu singkat. Wong Hang Bersaudara menggabungkan pengalaman panjangnya di bidang jahit dan produksi pakaian dengan kemampuan teknologi yang dimiliki Aksadigitex. Berbekal rekam jejak sejak 1933, perusahaan itu melakukan berbagai riset dan penyempurnaan agar teknologi mampu membaca proporsi tubuh secara akurat melalui pemanfaatan AI.
Inovasi tersebut juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto saat meninjau area Pameran Logistik Polri dalam rangkaian HUT Bhayangkara 2026. Presiden menyempatkan diri melihat langsung demonstrasi teknologi sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai manfaat AI SMART MEASUREMENT bagi industri tekstil dan garmen Indonesia.
Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi Asisten Logistik Kapolri Irjen Pol. Suwondo yang memperlihatkan implementasi berbagai inovasi logistik, termasuk sistem pengukuran digital tersebut.
Samuel Wongso yang mewakili Wong Hang Bersaudara memaparkan cara kerja AI SMART MEASUREMENT, mulai dari proses pengembangan hingga peluang penerapannya di berbagai sektor. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini tidak hanya ditujukan bagi industri garmen komersial, tetapi juga berpotensi mendukung kebutuhan pembuatan seragam institusi dalam skala besar.
Respons positif yang ditunjukkan Presiden menjadi dorongan bagi pengembang untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi tersebut. Kolaborasi antara pengalaman manufaktur Wong Hang Bersaudara dan pengembangan AI oleh Aksadigitex dinilai mampu menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan industri akan proses kerja yang lebih efisien.
Ke depan, kedua perusahaan berencana mengembangkan implementasi AI SMART MEASUREMENT ke lebih banyak sektor. Selain industri pakaian dan seragam, teknologi ini juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan pada berbagai layanan pengukuran berbasis digital yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.
Hadirnya AI SMART MEASUREMENT menjadi salah satu contoh inovasi karya anak bangsa yang memadukan pengalaman industri dengan teknologi kecerdasan buatan. Pengembang berharap solusi tersebut dapat mempercepat transformasi digital industri tekstil nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk dan teknologi Indonesia di pasar internasional.
Wong Hang Bersaudara merupakan perusahaan garmen nasional yang telah berdiri sejak 1933 dan dikenal melayani kebutuhan pakaian untuk institusi, korporasi, hingga pasar ritel di Indonesia. Sementara itu, Aksadigitex merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada pengembangan solusi digital berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung transformasi berbagai sektor industri. (BRG/Kul)










