Koranindopos.com – JAKARTA – Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali ramai dikunjungi wisatawan setelah dibuka untuk umum pasca-kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pada hari pertama pembukaan, Kamis (20/8/2026), tercatat sebanyak 1.145 wisatawan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) TNBTS Bambang Suryono mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data kunjungan pada hari pertama setelah kawasan wisata kembali dibuka.
“Kalau kita cek sekarang, total pengunjung untuk tanggal 20 Agustus sebanyak 1.145 orang,” kata Bambang kepada Kompas.com, Jumat (21/8/2026).
Pada hari yang sama, pihak TNBTS sebenarnya menyediakan kuota kunjungan sebanyak 2.762 orang.
Dengan demikian, jumlah wisatawan yang datang masih berada di bawah kapasitas kuota yang disediakan pengelola.
Sebelumnya, kawasan wisata TNBTS ditutup untuk wisatawan selama 13 hari setelah terjadi karhutla pada Senin (3/8/2026).
Kebakaran tersebut berdampak pada kawasan Gunung Bromo dan menjadi alasan pengelola melakukan penutupan sementara demi keselamatan wisatawan sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan kawasan.
Setelah kondisi dinilai memungkinkan, kawasan wisata Gunung Bromo akhirnya dibuka kembali mulai Kamis (20/8/2026).
Kembalinya wisatawan ke kawasan Bromo menjadi tanda dimulainya kembali aktivitas pariwisata setelah sempat terhenti akibat kebakaran.
Meski demikian, pengelola mengingatkan wisatawan agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran, terutama karena kondisi kawasan masih memerlukan perhatian.
Seiring dibukanya kembali kawasan wisata, pihak TNBTS kembali mengingatkan seluruh pengunjung untuk menghindari kegiatan yang dapat memicu munculnya api.
Bambang mengatakan imbauan tersebut sebenarnya telah tercantum dalam sistem pemesanan tiket secara daring. Namun, pengelola kembali menegaskannya kepada wisatawan yang datang.
“Imbauan kami untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran dan sebenarnya ini sudah ada pada sistem booking online kami,” ujar Bambang.
“Hanya kita tegaskan kembali agar semua wisatawan hati-hati,” sambungnya.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kawasan Bromo baru saja mengalami karhutla. Aktivitas wisatawan yang berpotensi menghasilkan api maupun meninggalkan sumber api dapat meningkatkan risiko kebakaran kembali terjadi.
Pengunjung juga diharapkan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di kawasan konservasi.
Untuk memasuki kawasan wisata Gunung Bromo, wisatawan kini wajib melakukan pembelian tiket secara online melalui situs resmi bromotenggersemeru.id.
Dalam proses pemesanan, pengunjung terlebih dahulu memilih destinasi yang hendak dikunjungi dan masuk menggunakan akun Google.
Selanjutnya, wisatawan memilih jadwal kunjungan sesuai kota yang tersedia serta mengisi formulir berdasarkan jumlah anggota rombongan dan kendaraan yang dibawa.
Sistem pemesanan secara daring tersebut memungkinkan pengelola mengatur jumlah kunjungan sesuai kuota yang tersedia.
Adapun harga tiket masuk kawasan wisata Gunung Bromo berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp79.000 per orang per hari, tergantung ketentuan dan kategori kunjungan yang berlaku.
Dengan kembali dibukanya kawasan Bromo, wisatawan kini dapat menikmati kembali lanskap pegunungan dan kawasan kaldera Tengger. Namun, pengalaman wisata tersebut tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan konservasi agar kejadian karhutla tidak kembali terulang.
Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati keindahan Bromo, tetapi juga ikut menjaga kawasan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.(dhil/kmps)










