Koranindopos.com – JAKARTA – Pengalaman kurang menyenangkan dibagikan Aa Juju setelah membeli mobil listrik Hyundai Ioniq 5. Belum lama digunakan, ia mengaku sudah menghadapi sejumlah persoalan pada mobil barunya tersebut.
Keluhan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan masalah teknis kendaraan. Aa Juju juga menyoroti pengalaman berkomunikasi dengan pihak sales dan after sales Hyundai ketika berusaha mencari solusi.
Menurut pengakuannya, proses mencari jalan keluar dari sejumlah kendala tersebut justru membuat dirinya semakin stres.
Persoalan pertama yang diungkap Aa Juju berkaitan dengan sistem pengisian daya.
Ia mengatakan Hyundai Ioniq 5 miliknya tidak dapat digunakan untuk melakukan fast charging. Pada awalnya, ia hanya bisa menggunakan fasilitas pengisian daya yang lebih lambat.
Untuk mengetahui penyebabnya, ia kemudian mendatangi salah satu lokasi pengisian kendaraan listrik. Namun, menurut pengakuannya, pihak yang ditemuinya di lokasi tersebut juga tidak mengetahui penyebab mobilnya tidak dapat melakukan fast charging.
Kondisi tersebut membuatnya kebingungan dan harus mencari informasi dari sejumlah pihak.
Setelah menghubungi Hyundai Care, Aa Juju kemudian diarahkan untuk mencoba melakukan pengisian di lokasi lain. Namun, upaya tersebut disebut belum menyelesaikan persoalan.
Ia bahkan mengaku masih berada di sekitar kawasan Senayan hingga larut malam karena masalah fast charging pada mobilnya belum juga teratasi.
Masalah berikutnya muncul ketika Aa Juju hendak menggunakan mobil tersebut untuk berangkat bekerja.
Ia mengungkapkan, Ioniq 5 miliknya tiba-tiba tidak dapat dinyalakan. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya terganggu sehingga ia akhirnya meminta bantuan teknisi untuk datang langsung.
Menurut penjelasan teknisi yang datang, aki mobil disebut sudah habis. Aki tersebut kemudian diganti.
Dari persoalan tersebut, muncul pembahasan lain mengenai penggunaan Ioniq 5 ketika diparkir secara paralel.
Kemampuan mobil untuk digunakan dalam kondisi parkir paralel disebut menjadi salah satu pertimbangan penting Aa Juju ketika membeli Ioniq 5.
Ia mengatakan kebutuhan tersebut bahkan telah disampaikan kepada pihak sales. Berdasarkan pengakuannya, ia memilih Ioniq 5 setelah mendapatkan informasi bahwa mobil tersebut dapat digunakan untuk parkir paralel.
Sebelum membeli, Aa Juju juga mengaku telah mencari informasi tambahan melalui berbagai sumber di internet dan media sosial.
Namun, setelah mengalami sejumlah masalah pada mobil, ia memperoleh penjelasan berbeda dari pihak after sales.
Dalam percakapan yang ditampilkan Aa Juju, pihak after sales menyebut penggunaan mobil untuk parkir paralel tidak disarankan.
Alasannya berkaitan dengan sistem kelistrikan dan sejumlah komponen yang disebut tetap membutuhkan daya ketika kendaraan berada dalam kondisi tersebut.
Perbedaan informasi inilah yang kemudian dipermasalahkan Aa Juju. Ia mempertanyakan mengapa informasi mengenai penggunaan mobil dalam kondisi parkir paralel tidak disampaikan secara jelas sejak awal, terutama karena kebutuhan tersebut disebut telah diketahui oleh pihak sales.
Selain masalah teknis, Aa Juju juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan after sales.
Ia mengaku pernah menghubungi pihak terkait melalui pesan, tetapi merasa respons yang diterima belum sesuai dengan harapannya.
Menurutnya, ketika konsumen menghadapi masalah pada kendaraan, komunikasi yang cepat dan jelas sangat dibutuhkan.
Ia juga merasa sempat diarahkan dari satu pihak ke pihak lain ketika berusaha mencari solusi atas persoalan fast charging.
Situasi tersebut membuat persoalan yang awalnya berkaitan dengan kendaraan berkembang menjadi pengalaman yang menurutnya menguras energi.
Persoalan lain kemudian muncul pada bagian head unit atau sistem audio Ioniq 5 miliknya.
Aa Juju mengaku telah menjalani aktivitas kerja sebelum kembali menghadapi gangguan pada kendaraan tersebut. Ia kemudian meminta bantuan teknisi untuk memeriksa kondisi mobil.
Namun, ia merasa penanganan yang diberikan belum sesuai dengan harapannya.
Dalam video yang dibagikannya, Aa Juju bahkan mengatakan dirinya mencoba mencari informasi melalui ChatGPT untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan solusi dari masalah head unit tersebut.
Ia kemudian membandingkan informasi yang diperolehnya dari internet dengan penanganan yang diberikan teknisi.
Rentetan persoalan tersebut membuat Aa Juju mengaku mengalami tekanan. Dalam videonya, ia menyampaikan bahwa pengalaman menggunakan mobil tersebut membuat dirinya mengalami stres berat hingga mengaku harus berobat ke psikolog.
Video yang dibagikannya juga disebut masih berlanjut ke bagian berikutnya. Karena itu, masih terdapat kemungkinan Aa Juju akan mengungkap informasi tambahan mengenai persoalan Hyundai Ioniq 5 miliknya, termasuk perkembangan proses penyelesaian berbagai kendala tersebut.
Keluhan Aa Juju tersebut merupakan pengalaman pribadi yang ia sampaikan melalui media sosial. Adapun penyebab teknis dari berbagai masalah pada kendaraan serta tanggapan resmi Hyundai terkait keluhan tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak perusahaan dan teknisi terkait.(dhil/suaraflores)










