Koranindopos.com – JAKARTA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat sebanyak 110 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah tersebut sepanjang hampir satu tahun terakhir.
Dari ratusan kejadian tersebut, korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran yang paling banyak ditemukan. Selain itu, aktivitas masyarakat yang membakar sampah juga menjadi salah satu faktor dominan terjadinya kebakaran.
Penata Layanan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Agus Maulana, mengatakan kasus kebakaran yang terjadi selama September 2026 banyak dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.
“Betul, kebanyakan (kebakaran di bulan September) pembakaran sampah faktornya,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Meski pembakaran sampah menjadi penyebab yang cukup banyak ditemukan pada September, Agus mengatakan secara akumulasi sepanjang hampir satu tahun, korsleting listrik masih menjadi faktor utama kebakaran di Tangsel.
“Konsleting penyebab utama setahun ini dengan jumlah 63,” kata Agus.
Agus merinci, dari total 110 kejadian kebakaran yang tercatat, sebanyak 63 kasus disebabkan oleh korsleting listrik.
Sementara itu, pembakaran sampah menjadi penyebab terbanyak kedua dengan 30 kasus.
Adapun penyebab lainnya meliputi kebocoran gas sebanyak sembilan kasus, puntung rokok dua kasus, serta enam kasus yang masuk kategori penyebab lainnya.
Berikut rincian penyebab kebakaran di Tangsel:
- Korsleting listrik: 63 kasus
- Pembakaran sampah: 30 kasus
- Kebocoran gas: 9 kasus
- Puntung rokok: 2 kasus
- Lain-lain: 6 kasus
Data tersebut menunjukkan bahwa korsleting listrik dan aktivitas pembakaran sampah menjadi dua faktor yang menyumbang sebagian besar kejadian kebakaran di wilayah Tangsel.
Damkar Tangsel juga memetakan sebaran kejadian kebakaran berdasarkan wilayah kecamatan.
Dari tujuh kecamatan yang berada di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Pamulang dan Pondok Aren tercatat memiliki jumlah kejadian kebakaran paling tinggi.
“Pamulang 28 kasus kebakaran, Pondok Aren 26 kasus kebakaran,” ujar Agus.
Berikut sebaran kejadian kebakaran berdasarkan wilayah:
- Pamulang: 28 kasus
- Pondok Aren: 26 kasus
- Serpong: 14 kasus
- Ciputat: 14 kasus
- Ciputat Timur: 10 kasus
- Serpong Utara: 9 kasus
- Setu: 8 kasus
- Kabupaten Tangerang: 1 kasus
Data tersebut mencatat kejadian kebakaran yang ditangani Damkar Tangsel berdasarkan wilayah penanganannya.
Melihat masih tingginya kasus kebakaran akibat korsleting listrik dan pembakaran sampah, Damkar Tangsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran.
Masyarakat diminta memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah dan melakukan pemeriksaan serta pembaruan instalasi secara berkala apabila sudah tidak layak digunakan.
Selain itu, warga juga diimbau menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan. Api dari pembakaran sampah dapat merambat ketika berada di dekat material yang mudah terbakar, terutama saat kondisi lingkungan kering atau terdapat hembusan angin.
Upaya pencegahan dinilai penting untuk menekan angka kebakaran sekaligus mengurangi risiko kerugian material maupun korban akibat peristiwa kebakaran di wilayah Tangerang Selatan.(dhil/kmps)










