INDOPOS MAJALENGKA – Angin segar bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi di Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Lembaga Pengelola Dana Bergulir – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) segera menggelontorkan dana bergulir.
LPDB-KUMKM memiliki lima strategi jitu dalam membangkitkan sektor tersebut di tengah pandemi. Yakni perluasan penyaluran melalui komunitas, fleksibilitas layanan dengan tarif murah, fokus kepada koperasi di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, pengembangan skema venture approach bagi koperasi di bidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal. ”Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi,” ungkap Supomo dalam rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran dinas koperasi se-Jawa Barat di Kabupaten Majalengka.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, melalui rapat koordinasi tersebut, pihaknya bisa membantu para koperasi mengakses pinjaman atau pembiayaan dari LPDB-KUMKM. ”Semoga koordinasi ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka,” ujar Kusmana.
Untuk diketahui, sejak 2008 – 2021 dana bergulir yang telah disalurkan LPDB-KUMKM mencapai Rp 13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia. Khusus realisasi di Provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu tersebut mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka Rp 26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.
Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan, pihaknya telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. ”Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi,” terangnya. (rls-bnc/brg)










