Minggu, 21 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Kaspersky Merilis Laporan Transparansi Pertamanya

Admin oleh Admin
28 September 2021
in Teknologi
A A
0
Kaspersky Merilis Laporan Transparansi Pertamanya
Share on FacebookShare on Twitter

Berkomitmen untuk transparansi yang lebih besar, perusahaan keamanan siber global Kaspersky telah secara terbuka membagikan informasi tentang permintaan yang diterima dari pemerintah dan lembaga penegak hukum, serta pengguna untuk laporan data dan keahlian teknis pada tahun 2020 dan Semester 1 2021.

INDOPOS JAKARTA – Berkat semakin pentingnya teknologi dalam kehidupan modern, permintaan akan transparansi yang lebih besar dari perangkat lunak yang kita gunakan juga meningkat, termasuk solusi keamanan. Untuk mengatasi permintaan ini, Kaspersky telah mengeluarkan laporan transparansi pertamanya, Law enforcement and government requests report (Penegakan hukum dan laporan permintaan pemerintah), untuk membantu penggunanya memahami bagaimana perusahaan menanggapi permintaan tersebut dan pendekatannya terhadap keamanan data dan privasi pengguna.

Seiring peningkatan jumlah serangan siber setiap tahun yang mengancam pengembangan dan penggunaan teknologi digital, turut meningkatkan kebutuhan untuk kolaborasi di antara komunitas TI. Untuk memerangi kejahatan dunia maya transnasional dengan sukses dan memastikan penggunanya aman, terlindungi, dan percaya diri di dunia maya, Kaspersky telah bekerja sama dengan lembaga penegak hukum (Law Enforcement Agencies – LEA) di seluruh dunia.

Kaspersky secara terbuka membagikan pendekatannya dalam menanggapi permintaan dari pemerintah global dan lembaga penegak hukum untuk dua kategori, yaitu data pengguna dan keahlian teknis. Pelaporan tersebut juga menjelaskan informasi tentang jumlah permintaan hal terkait dari berbagai negara untuk tahun 2020 dan enam bulan pertama (H1) tahun 2021:

Artikel Terkait

ASUS ROG Zephyrus Duo 2026 Resmi Meluncur di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen dengan RTX 5090 Dibanderol Rp129 Juta

NQI Gandeng Hosen-X, Siapkan Pabrik Baterai dan Panel Surya di Indonesia

Samsung Galaxy A76 2026 Siap Ramaikan Kelas Rp5 Jutaan, Andalkan Layar Premium dan Performa Stabil

  • Pada tahun 2020, Kaspersky menerima 160 permintaan dari pemerintah dan Lembaga Penegak Hukum dari 15 negara. 132 di antaranya untuk Informasi & Keahlian Teknis Non-Personal. Seluruh permintaan data pengguna (28) diproses dan ditolak karena tidak ada data atau tidak memenuhi persyaratan verifikasi hukum.
  • Pada paruh pertama tahun 2021, Kaspersky menerima 105 permintaan dari pemerintah dan Lembaga Penegak Hukum dari 17 negara. Sebanyak 40% dari mereka diproses dan ditolak karena tidak ada data atau tidak memenuhi persyaratan verifikasi hukum. Secara total, 89 permintaan yang diterima selama enam bulan pertama tahun ini adalah untuk Informasi & Keahlian Teknis Non-Personal.

Kaspersky tidak pernah memberikan akses ke data pengguna atau infrastruktur perusahaan kepada penegak hukum atau organisasi pemerintahan. Perusahaan memberikan informasi tentang data tersebut berdasarkan permintaan, tetapi tidak ada pihak ketiga yang dapat secara langsung atau tidak langsung mengakses infrastruktur atau data yang kami miliki. Dan seluruh permintaan wajib melalui verifikasi hukum sebelum menyetujui, menolak, atau mengajukan banding atas permintaan tersebut.

Data pengguna mencakup informasi yang diberikan oleh pengguna kepada Kaspersky saat mereka menggunakan produk dan layanan perusahaan dan bergantung pada layanan, produk, dan fitur yang dilindungi seperti dijelaskan dalam Kebijakan Privasi Kaspersky. Sebagai perusahaan keamanan siber, Kaspersky tidak memproses atau memiliki akses ke data konten (yang dibuat atau dikomunikasikan oleh pengguna), di mana banyak para Lembaga Penegak Hukum biasanya tertarik untuk dijadikan sebagai bukti elektronik.

Permintaan untuk keahlian teknis mencakup informasi teknis non-personal yang dihasilkan dan disediakan oleh peneliti keamanan Kaspersky dan algoritme pembelajaran mesin. Ini mungkin termasuk hash MD5 malware, indikator kompromi (IoC), informasi tentang modus operandi serangan siber, output rekayasa balik malware, informasi statistik, dan hasil investigasi serta penelitian lainnya.

Informasi lebih lanjut dan langkah-langkah untuk memproses permintaan tersebut dijelaskan di sini.

“Kaspersky berkomitmen untuk transparansi yang lebih luas dalam apa yang kami lakukan dan bagaimana kami melakukannya. Kaspersky bekerja dengan organisasi penegak hukum di seluruh dunia demi kepentingan terbaik keamanan dunia maya internasional, dan kami percaya bahwa dengan mengomunikasikan secara jelas prinsip-prinsip inti tentang cara kami berkolaborasi dengan organisasi dalam memerangi kejahatan dunia maya, kami akan dapat membantu pengguna untuk lebih percaya diri dalam menggunakan solusi keamanan siber Kaspersky,” komentar Oleg Abdurashitov, Head of Public Affairs di Kaspersky.

Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan informasi tentang permintaan yang diterima dari para pengguna untuk berbagai tujuan, seperti menghapus informasi pribadi pengguna, perincian apa dan di mana saja data pengguna disimpan, dan penyediaannya. Pada tahun 2020 Kaspersky menerima total 503 permintaan pengguna, sedangkan pada Semester 1 2021, jumlah tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yaitu menjadi 1.199 permintaan. Informasi lengkap dapat diakses di sini.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Inisiatif Transparansi Global Kaspersky, silakan kunjungi situs webnya di sini. (rls-bru)

TerkaitBerita

ASUS ROG Zephyrus Duo 2026 Resmi Meluncur di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen dengan RTX 5090 Dibanderol Rp129 Juta
Teknologi

ASUS ROG Zephyrus Duo 2026 Resmi Meluncur di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen dengan RTX 5090 Dibanderol Rp129 Juta

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026
NQI Gandeng Hosen-X, Siapkan Pabrik Baterai dan Panel Surya di Indonesia
Teknologi

NQI Gandeng Hosen-X, Siapkan Pabrik Baterai dan Panel Surya di Indonesia

oleh Editor : Akula
17 Juni 2026
Samsung Galaxy A76 2026 Siap Ramaikan Kelas Rp5 Jutaan, Andalkan Layar Premium dan Performa Stabil
Teknologi

Samsung Galaxy A76 2026 Siap Ramaikan Kelas Rp5 Jutaan, Andalkan Layar Premium dan Performa Stabil

oleh Editor : Affandy
17 Juni 2026
Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan
Teknologi

Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan

oleh Editor : Affandy
16 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Slamet Rahardjo dan Widyawati Dipersatukan dalam CLBK, Angkat Romansa yang Tertunda Puluhan Tahun

Slamet Rahardjo dan Widyawati Dipersatukan dalam CLBK, Angkat Romansa yang Tertunda Puluhan Tahun

20 Juni 2026
Mahasiswa LSPR Sukses Gelar Sorak Betawi Condet

Mahasiswa LSPR Sukses Gelar Sorak Betawi Condet

20 Juni 2026
Guru Madrasah

DPR Siapkan Revisi UU untuk Atasi Persoalan Guru Honorer dan Kekurangan Tenaga Pendidik

20 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030

20 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3508 shares
    Share 1403 Tweet 877
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    431 shares
    Share 172 Tweet 108
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Konsumen Protes Modernland Cilejit, Progres Podomoro Tenjo Signifikan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid Siap Tantang Kompetitor di Segmen Urban Adventure

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya