Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

DPR Siapkan Revisi UU untuk Atasi Persoalan Guru Honorer dan Kekurangan Tenaga Pendidik

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
20 Juni 2026
in Nasional
A A
0
Guru Madrasah
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com ,JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat terkait persoalan guru honorer, tetapi juga menindaklanjutinya melalui langkah konkret berupa revisi undang-undang bersama pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Dasco saat menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Menurutnya, aspirasi yang disampaikan mahasiswa sejalan dengan perhatian DPR terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, khususnya terkait kekurangan tenaga pendidik dan belum meratanya distribusi guru di berbagai daerah.

“DPR bersama pemerintah sepakat merevisi undang-undang agar pengangkatan guru dilakukan oleh pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan guru sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi tenaga pendidik,” ujar Dasco.

Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan sekitar 510 ribu guru. Selain itu, distribusi tenaga pendidik yang belum merata menyebabkan sejumlah daerah masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah.

Artikel Terkait

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Menurut Dasco, revisi regulasi yang tengah disiapkan merupakan bentuk tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan oleh guru honorer, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun masyarakat luas.

Melalui perubahan aturan tersebut, pemerintah diharapkan dapat melakukan penataan tenaga pendidik secara nasional sehingga kebutuhan guru di setiap daerah dapat terpenuhi secara lebih merata dan efektif.

“Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah akan memiliki fleksibilitas untuk menempatkan guru sesuai kebutuhan daerah sehingga pelayanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Ia juga berharap kebijakan tersebut dapat mengakhiri berbagai persoalan status kepegawaian yang selama ini kerap dihadapi tenaga pendidik, terutama guru honorer.

Sebelumnya, dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut, perwakilan mahasiswa meminta pemerintah segera menghadirkan kebijakan yang dapat mengakhiri status guru honorer. Mereka menilai keberadaan berbagai skema kepegawaian, mulai dari PPPK, honorer negeri, hingga honorer swasta, masih menimbulkan ketimpangan di kalangan tenaga pendidik.

Selain itu, mahasiswa juga mendorong DPR agar memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer di sekolah swasta. Mereka turut meminta adanya perbaikan sistem pengembangan kompetensi dan sertifikasi guru agar dapat diakses lebih luas oleh seluruh tenaga pendidik di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dasco memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai forum penyampaian pendapat semata. Menurutnya, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyusunan kebijakan dan revisi regulasi yang sedang dibahas bersama pemerintah.

DPR berharap revisi undang-undang yang tengah disiapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekurangan guru, pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan kualitas pendidikan nasional.

Dengan adanya sistem pengelolaan guru yang lebih terintegrasi, pemerintah diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan sekaligus memastikan layanan pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. (hai)

Topik: Guru Honorer

TerkaitBerita

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu
Nasional

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca
Nasional

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026
Nasional

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng
Peristiwa

Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

24 Oktober 2026
Mahalini Pertahankan Rambut Panjang Sejak Kecil, Ternyata Ini Alasannya

Mahalini Pertahankan Rambut Panjang Sejak Kecil, Ternyata Ini Alasannya

24 Oktober 2026
Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak

Peningkatan Kualitas Hidup Warga Pati Lewat Program RSLH Program Rumah Sederhana Layak

24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5047 shares
    Share 2019 Tweet 1262
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya