Rabu, 5 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kuliner

Kopi Sachet Juga Dibuat dari Biji Kopi Pilihan, Begini Prosesnya

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
7 Agustus 2025
in Kuliner
A A
0
kopi

Foto: Andi Annisa/detikcom

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, BOGOR – Stigma bahwa kopi sachet bukan kopi sungguhan tak perlu lagi dipercaya. Faktanya kopi sachet tetap dibuat menggunakan biji kopi pilihan. Jauh sebelum kopi specialty populer, masyarakat Indonesia telah terlebih dahulu mengonsumsi kopi tradisional. Misalnya kopi tubruk atau kopi sachet (kemasan) yang banyak ditemukan di warung-warung kelontong. Sayangnya, ada anggapan kopi sachet tidak sepenuhnya menggunakan kopi alami. Begitupula dengan kopi instan yang disebut hanya menggunakan essence kopi belaka.

Mengunjungi pabrik kopi milik PT Bumi Boga Laksmi (30/7), tim detikfood melihat sendiri proses pembuatan kopi-kopi kemasan yang dilakukan. Yudha, perwakilan PT Bumi Boga Laksmi menjelaskan stigma kopi sachet yang tidak dianggap sebagai kopi asli.

Perbedaan Kopi Sachet dan Kopi Instan
Sama-sama dikemas, kopi kemasan dan kopi instan tidak bisa disebut sepenuhnya sama. Yudha menyebut proses pembuatan kopi instan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kopi sachet.

“Jadi sederhananya kopi instan itu seperti kita membuat espresso, tapi dalam skala yang jauh lebih besar, skala industrial. Lalu kemudian espresso tersebut ditampung di sebuah tangki besar kemudian dievaporasi, kemudian di freeze dry, di spray dry, kemudian akhirnya menjadi bubuk-bubuk yang sudah tidak ada ampasnya,” kata Yudha saat ditemui di pabriknya di Kabupaten Bogor.

Artikel Terkait

Nasi Megono Kuliner Yang Diyakini Ada Sejak Kesultanan Mataram

Manjakan Lidah, Ini Alasan Wajib Coba Menu Unik The Pizza Company di Gerai Baru

Menilik Sudut Santai Baru di Jakarta Selatan, Tempat Rehat Sejenak dari Rutinitas Urban

Sementara kopi sachet lebih merujuk lebih luas baik pada kopi tubruk, kopi instan, kopi 2in1, maupun kopi 3in1 yang didistribusikan dalam kemasan. Seringkali kopi sachet lebih awam dikenal oleh masyarakat sebagai kopi yang sudah dicampur, pemanis atau krimer, seperti kopi 2in1 dan 3in1.

Proses Pembuatan Kopi Sachet yang Kompleks
Walaupun prosesnya lebih sederhana, tetapi kopi sachet juga melalui perjalanan yang panjang hingga pengemasan. Pertama-tama kopi hijau akan dipanggang dengan tingkat kematangan yang diinginkan, baik medium maupun dark roast.

PT Bumi Boga Laksmi yang bersertifikat ISO22000, HACCP, dan GMP memastikan setiap tahapan pembuatan kopi sachetnya aman dan higienis dengan standar internasional. Begitupula dengan jaminan halal dan keamanannya yang telah tersertfifikasi Halal dan BPOM. Setelah kopi dipanggang, kopi akan ditimbang dan diistirahatkan selama beberapa waktu.

Namun setiap batch pembuatan kopi akan melalui proses quality control pada laboratorium yang tersedia. Semua aspek diperiksa secara rinci, mulai dari warna kematangan kopi, kandungan air, hingga pemeriksaan rasa melalui proses cupping. Kopi-kopi yang lolos uji kualitas akan masuk dalam tahap penggilingan sebelum proses pencampuran dengan gula, krimer, maupun perisa lainnya.

Pemilihan Biji Kopi Sesuai Produknya
Sering dianggap kopi ‘reject’, lebih lanjut Yudha mengungkapkan memilih biji kopi untuk kopi sachet sendiri ada kriteria yang dapat disesuaikan. Layaknya kopi specialty, karakter kopi sachet juga dapat diciptakan dari hasil blend baik dari biji kopi, komposisi pemanis, dan bahan tambahan lain. Pabrik PT Bumi Boga Laksmi dalam sehari mampu memproduksi hingga 17 ton. Seluruh biji kopinya berasal dari kopi lokal yang tersebar di Indonesia, mulai dari Lampung, Toraja, Bajawa, dan masih banyak lainnya.

Ia juga menyayangkan stigma yang menyebut kopi kemasan menggunakan kualitas kopi yang tak layak konsumsi. Sebagai produsen, PT Bumi Boga Laksmi tentu mengatur dan menyesuaikan kualitas kopi yang diproduksi, sehingga salah kaprah jika disebut menggunakan kopi dengan kualitas tidak layak.

“Apakah kualitas kopi sachet itu lebih rendah dari specialty? Jawabannya, iya. Tetapi apakah tidak layak dikonsumsi? Tidak sama sekali. Sangat-sangat layak dikonsumsi,” jelasnya.

Menggambarkan secara detail, Yudha mengibaratkan biji kopi seperti daging. Daging berkualitas tinggi seperti wagyu akan cenderung digunakan sebagai steak, sementara untuk bakso jenis daging yang digunakan akan lebih rendah tetapi tetap layak konsumsi.

Begitupula perbedaan antara kualitas kopi specialty dan kopi kemasan. “Bagaimanapun juga ketika kita berbicara tentang selera, tentu no debat ya. Jadi masing-masing orang mempunyai selera, itu no debat,” lanjutnya.

Kopi Sachet Mengakar pada Masyarakat
Kilas baik jauh ke masa nenek moyang, sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia memang lebih akrab dengan kopi-kopi berkualitas rendah. Apalagi pada era kolonial di mana kopi-kopi tanah air berkualitas tinggi akan diambil dan dikuasai, sementara pribumi hanya mendapat kopi sisa sortir.

Kebudayaan yang mengakar seperti ini yang juga dipercaya Yudha bahwa orang Indonesia tetap akan terikat pada kopi sachet, kopi instan, dan kopi tubruk. Gelombang tiga di mana kopi susu dan kopi specialty mulai digemari tentu menjadi angin segar, tetapi sulit rasanya untuk menghilangkan kebiasaan minum kopi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam.

“Maka saya bukan berharap untuk kemudian preferensi atau selera kita itu rendah terus ya, tapi kita tidak bisa berjalan sendirian. Market ini ada sekian ratus juta peminum kopi. Maka, saya pro dengan tujuan akhir kopi Indonesia ini harus semakin baik, tapi yang harus kita pahami semuanya adalah bahwa ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kerjasama seluruh pihak,” kata Yudha kepada tim detikcom. (detikFood/sh)

Topik: Kopi

TerkaitBerita

KULINER NUSANTARA: Sajian seporsi Nasi Megono Mas Bewok yang berlokasi di Jalan Pandawa Lima, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, layak dicoba. (Foto: Istimewa)
Kuliner

Nasi Megono Kuliner Yang Diyakini Ada Sejak Kesultanan Mataram

oleh Editor : Memoarto
2 Agustus 2026
Manjakan Lidah, Ini Alasan Wajib Coba Menu Unik The Pizza Company di Gerai Baru
Kuliner

Manjakan Lidah, Ini Alasan Wajib Coba Menu Unik The Pizza Company di Gerai Baru

oleh Editor : Akula
9 Juli 2026
Menilik Sudut Santai Baru di Jakarta Selatan, Tempat Rehat Sejenak dari Rutinitas Urban
Kuliner

Menilik Sudut Santai Baru di Jakarta Selatan, Tempat Rehat Sejenak dari Rutinitas Urban

oleh Editor : Akula
1 Juli 2026
Adu Kreativitas di Dapur, Keseruan Duel Masak Aldi Taher dan Chef Hideki Curi Perhatian Pengunjung
Kuliner

Adu Kreativitas di Dapur, Keseruan Duel Masak Aldi Taher dan Chef Hideki Curi Perhatian Pengunjung

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Terobosan Baru Industri Hiburan, Remember Fest x Cube Concert Siap Digelar

Terobosan Baru Industri Hiburan, Remember Fest x Cube Concert Siap Digelar

5 Agustus 2026
Siropen Telasih: Dari Pabrik Kolonial hingga Menjadi Ikon Heritage Kota Lama Surabaya

Siropen Telasih: Dari Pabrik Kolonial hingga Menjadi Ikon Heritage Kota Lama Surabaya

5 Agustus 2026
Lewat ‘Eternal Melody’, Allequa Perucha Ingin Ceritakan Cinta yang Tak Selalu Romantis

Lewat ‘Eternal Melody’, Allequa Perucha Ingin Ceritakan Cinta yang Tak Selalu Romantis

5 Agustus 2026
Pegadaian Resmi Berstatus Persero

Pegadaian Resmi Berstatus Persero

5 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4203 shares
    Share 1681 Tweet 1051
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    648 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya