Jumat, 17 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Kuliner

Kopi Sachet Juga Dibuat dari Biji Kopi Pilihan, Begini Prosesnya

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
7 Agustus 2025
in Kuliner
0
kopi

Foto: Andi Annisa/detikcom

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, BOGOR – Stigma bahwa kopi sachet bukan kopi sungguhan tak perlu lagi dipercaya. Faktanya kopi sachet tetap dibuat menggunakan biji kopi pilihan. Jauh sebelum kopi specialty populer, masyarakat Indonesia telah terlebih dahulu mengonsumsi kopi tradisional. Misalnya kopi tubruk atau kopi sachet (kemasan) yang banyak ditemukan di warung-warung kelontong. Sayangnya, ada anggapan kopi sachet tidak sepenuhnya menggunakan kopi alami. Begitupula dengan kopi instan yang disebut hanya menggunakan essence kopi belaka.

Mengunjungi pabrik kopi milik PT Bumi Boga Laksmi (30/7), tim detikfood melihat sendiri proses pembuatan kopi-kopi kemasan yang dilakukan. Yudha, perwakilan PT Bumi Boga Laksmi menjelaskan stigma kopi sachet yang tidak dianggap sebagai kopi asli.

Perbedaan Kopi Sachet dan Kopi Instan
Sama-sama dikemas, kopi kemasan dan kopi instan tidak bisa disebut sepenuhnya sama. Yudha menyebut proses pembuatan kopi instan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kopi sachet.

“Jadi sederhananya kopi instan itu seperti kita membuat espresso, tapi dalam skala yang jauh lebih besar, skala industrial. Lalu kemudian espresso tersebut ditampung di sebuah tangki besar kemudian dievaporasi, kemudian di freeze dry, di spray dry, kemudian akhirnya menjadi bubuk-bubuk yang sudah tidak ada ampasnya,” kata Yudha saat ditemui di pabriknya di Kabupaten Bogor.

Artikel Terkait

Undian Liburan ke Korea Jadi Cara CEDEA Perluas Pasar Produk Siap Makan

Surga Kuliner Pecinan Kembali Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Sajikan Kehangatan Rasa yang Menggoda

​Kehangatan Mudik dan “Tukar Rasa”, Cara Kreatif Sambal Uleg Rayakan Lebaran Lewat Animasi

Sementara kopi sachet lebih merujuk lebih luas baik pada kopi tubruk, kopi instan, kopi 2in1, maupun kopi 3in1 yang didistribusikan dalam kemasan. Seringkali kopi sachet lebih awam dikenal oleh masyarakat sebagai kopi yang sudah dicampur, pemanis atau krimer, seperti kopi 2in1 dan 3in1.

Proses Pembuatan Kopi Sachet yang Kompleks
Walaupun prosesnya lebih sederhana, tetapi kopi sachet juga melalui perjalanan yang panjang hingga pengemasan. Pertama-tama kopi hijau akan dipanggang dengan tingkat kematangan yang diinginkan, baik medium maupun dark roast.

PT Bumi Boga Laksmi yang bersertifikat ISO22000, HACCP, dan GMP memastikan setiap tahapan pembuatan kopi sachetnya aman dan higienis dengan standar internasional. Begitupula dengan jaminan halal dan keamanannya yang telah tersertfifikasi Halal dan BPOM. Setelah kopi dipanggang, kopi akan ditimbang dan diistirahatkan selama beberapa waktu.

Namun setiap batch pembuatan kopi akan melalui proses quality control pada laboratorium yang tersedia. Semua aspek diperiksa secara rinci, mulai dari warna kematangan kopi, kandungan air, hingga pemeriksaan rasa melalui proses cupping. Kopi-kopi yang lolos uji kualitas akan masuk dalam tahap penggilingan sebelum proses pencampuran dengan gula, krimer, maupun perisa lainnya.

Pemilihan Biji Kopi Sesuai Produknya
Sering dianggap kopi ‘reject’, lebih lanjut Yudha mengungkapkan memilih biji kopi untuk kopi sachet sendiri ada kriteria yang dapat disesuaikan. Layaknya kopi specialty, karakter kopi sachet juga dapat diciptakan dari hasil blend baik dari biji kopi, komposisi pemanis, dan bahan tambahan lain. Pabrik PT Bumi Boga Laksmi dalam sehari mampu memproduksi hingga 17 ton. Seluruh biji kopinya berasal dari kopi lokal yang tersebar di Indonesia, mulai dari Lampung, Toraja, Bajawa, dan masih banyak lainnya.

Ia juga menyayangkan stigma yang menyebut kopi kemasan menggunakan kualitas kopi yang tak layak konsumsi. Sebagai produsen, PT Bumi Boga Laksmi tentu mengatur dan menyesuaikan kualitas kopi yang diproduksi, sehingga salah kaprah jika disebut menggunakan kopi dengan kualitas tidak layak.

“Apakah kualitas kopi sachet itu lebih rendah dari specialty? Jawabannya, iya. Tetapi apakah tidak layak dikonsumsi? Tidak sama sekali. Sangat-sangat layak dikonsumsi,” jelasnya.

Menggambarkan secara detail, Yudha mengibaratkan biji kopi seperti daging. Daging berkualitas tinggi seperti wagyu akan cenderung digunakan sebagai steak, sementara untuk bakso jenis daging yang digunakan akan lebih rendah tetapi tetap layak konsumsi.

Begitupula perbedaan antara kualitas kopi specialty dan kopi kemasan. “Bagaimanapun juga ketika kita berbicara tentang selera, tentu no debat ya. Jadi masing-masing orang mempunyai selera, itu no debat,” lanjutnya.

Kopi Sachet Mengakar pada Masyarakat
Kilas baik jauh ke masa nenek moyang, sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia memang lebih akrab dengan kopi-kopi berkualitas rendah. Apalagi pada era kolonial di mana kopi-kopi tanah air berkualitas tinggi akan diambil dan dikuasai, sementara pribumi hanya mendapat kopi sisa sortir.

Kebudayaan yang mengakar seperti ini yang juga dipercaya Yudha bahwa orang Indonesia tetap akan terikat pada kopi sachet, kopi instan, dan kopi tubruk. Gelombang tiga di mana kopi susu dan kopi specialty mulai digemari tentu menjadi angin segar, tetapi sulit rasanya untuk menghilangkan kebiasaan minum kopi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam.

“Maka saya bukan berharap untuk kemudian preferensi atau selera kita itu rendah terus ya, tapi kita tidak bisa berjalan sendirian. Market ini ada sekian ratus juta peminum kopi. Maka, saya pro dengan tujuan akhir kopi Indonesia ini harus semakin baik, tapi yang harus kita pahami semuanya adalah bahwa ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kerjasama seluruh pihak,” kata Yudha kepada tim detikcom. (detikFood/sh)

Topik: Kopi

TerkaitBerita

Undian Liburan ke Korea Jadi Cara CEDEA Perluas Pasar Produk Siap Makan
Kuliner

Undian Liburan ke Korea Jadi Cara CEDEA Perluas Pasar Produk Siap Makan

oleh Editor : Akula
2 April 2026
MAL CIPUTRA
Kuliner

Surga Kuliner Pecinan Kembali Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Sajikan Kehangatan Rasa yang Menggoda

oleh Editor : Hanasa
28 Maret 2026
​Kehangatan Mudik dan “Tukar Rasa”, Cara Kreatif Sambal Uleg Rayakan Lebaran Lewat Animasi
Kuliner

​Kehangatan Mudik dan “Tukar Rasa”, Cara Kreatif Sambal Uleg Rayakan Lebaran Lewat Animasi

oleh Editor : Akula
27 Maret 2026
BANTEN - SATE BANDENG
Kuliner

Menelusuri Cerita di Balik Rasa Nusantara Melalui Kuliner Indonesia Kaya 2026

oleh Editor : Hanasa
5 Maret 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kementerian P2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kementerian P2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Berjalan Transparan dan Akuntabel

16 April 2026
TEKNOLOGI OTOMATISASI: Business Development Manager Indonesia Q-SYS Aldila Lukman saat peluncuran Q-SYS Experience Center di Melodia Experience Center, Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis (16/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Q-SYS Experience Center, Pelopor Pusat Edukasi Teknologi Terintegrasi 

16 April 2026
Dugaan Pelecehan di FH UI, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez Dorong Pendampingan Korban

Dugaan Pelecehan di FH UI, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez Dorong Pendampingan Korban

16 April 2026
KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce

KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce

16 April 2026

Terpopuler

  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2793 shares
    Share 1117 Tweet 698
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    621 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • “Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya