koranindopos.com – Jakarta. Warga mengeluhkan proyek pembangunan Jembatan Pelawad 2 di kawasan Larangan, Kota Tangerang, yang dinilai memicu kemacetan parah akibat penyempitan jalan. Proyek yang sedang berlangsung ini disebut membuat kondisi lalu lintas semakin semrawut.
Seorang warga bernama Iman (47) mengungkapkan kekesalannya. Ia menilai proyek yang dilakukan secara beruntun membuat situasi jalan semakin memburuk.
“Proyek-proyek mulu, tambah nggak jelas,” kata Iman kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/8/2025).
Menurut Iman, imbas pembangunan jembatan ini, akses jalan dari Ciledug menuju Petukangan ditutup. Kondisi tersebut memaksa pengendara mencari jalur alternatif, termasuk melalui jalan setapak atau memanfaatkan halaman ruko di Jalan Hos Cokroaminoto.
Situasi ini bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menambah risiko kecelakaan karena banyak pengendara terpaksa melewati jalur yang sempit dan tidak didesain untuk lalu lintas padat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah atau kontraktor terkait estimasi waktu penyelesaian proyek dan upaya penanganan kemacetan yang terjadi. Warga berharap pihak terkait segera memberikan solusi, seperti pengaturan arus lalu lintas atau pembukaan jalur sementara, agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.(dhil)









