Koranindopos.com – Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Melalui program INOVASI yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. Regulasi ini dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam regulasi terbaru ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga membangun budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.
“Hal yang berbeda dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah yang aman dan nyaman itu adalah bagaimana kita membangun budaya. Titik tengahnya adalah membangun budaya, membangun lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan juga lingkungan spiritual, dan suasana di sekolah yang lebih menumbuhkan rasa aman,” ujar Mu’ti.
Menurut Kemendikdasmen, konsep Sekolah Aman dan Nyaman tidak hanya bertujuan mencegah kekerasan atau perundungan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara menyeluruh.
Program ini mencakup empat aspek utama, yakni perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, dan keadaban digital. Keempat aspek tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan di era modern yang semakin kompleks.
Perlindungan fisik berkaitan dengan keamanan lingkungan sekolah dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan. Sementara itu, kesejahteraan psikologis berfokus pada kesehatan mental peserta didik agar mereka dapat belajar dan berkembang secara optimal.
Di sisi lain, keamanan sosiokultural bertujuan menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghargai keberagaman. Sedangkan keadaban digital menjadi perhatian khusus seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial di kalangan pelajar.
Kerja sama dengan Kedutaan Besar Australia melalui program INOVASI menjadi salah satu bentuk kolaborasi internasional dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Program INOVASI selama ini dikenal sebagai inisiatif kemitraan pendidikan yang mendukung pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai pengalaman, pendekatan, dan praktik baik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif dapat saling dibagikan.
Kemendikdasmen berharap kerja sama ini dapat memperkuat implementasi kebijakan di tingkat sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta didik, guru, dan orang tua.
Pemerintah menilai bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Ketika peserta didik merasa aman secara fisik maupun psikologis, mereka akan lebih percaya diri, aktif berpartisipasi, dan mampu mengembangkan potensi secara maksimal.
Karena itu, pembangunan budaya sekolah yang positif tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat.
Melalui implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan dukungan berbagai mitra strategis, Kemendikdasmen berharap tercipta ekosistem pendidikan yang semakin ramah anak, inklusif, dan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul serta berkarakter kuat.(dhil)










