Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Dolar AS Menguat ke Rp17.888, Rupiah Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juni 2026
in Bisnis
A A
0
Dolar AS Menguat ke Rp17.888, Rupiah Kembali Tertekan di Awal Perdagangan

Foto: ilustrasi dolar

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Mata uang Negeri Paman Sam bahkan semakin mendekati level psikologis Rp17.900 per dolar AS.

Berdasarkan data pasar pada pagi hari, kurs dolar AS tercatat berada di posisi Rp17.888 atau menguat sekitar 83 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut setara dengan penguatan sebesar 0,47 persen.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, arus modal asing, hingga kondisi ekonomi internasional.

Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terlihat pada sejumlah mata uang utama dunia. Dalam perdagangan pagi ini, dolar AS tercatat menguat terhadap yen Jepang, dolar Australia, serta poundsterling Inggris.

Artikel Terkait

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa mata uang AS masih menjadi aset yang diminati investor global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan internasional.

Penguatan dolar biasanya dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS, kondisi pasar tenaga kerja, serta prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang menjadi perhatian pelaku pasar dunia.

Bagi Indonesia, penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Selain memengaruhi biaya impor, pelemahan mata uang domestik juga dapat berdampak pada sejumlah sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transaksi dalam dolar AS.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat memberikan keuntungan bagi sektor yang berorientasi ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun demikian, stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan kestabilan ekonomi nasional.

Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang. Kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve AS, menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan.

Selain itu, data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi geopolitik internasional juga berpotensi memengaruhi pergerakan pasar valuta asing dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan dolar AS yang semakin mendekati level Rp17.900, para pelaku usaha dan investor diharapkan terus memantau perkembangan pasar guna mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi aktivitas bisnis maupun investasi.

Meski demikian, otoritas moneter Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia guna meminimalkan dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian nasional.(dhil)

Topik: dolar asRupiah

TerkaitBerita

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision
Ekonomi

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa
Ekonomi

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan
Ekonomi

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

oleh Editor : Akula
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026
ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5051 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya