koranindopos.com – Jakarta. Samsung kembali mengguncang pasar ponsel premium dengan bocoran produk terbarunya: Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga pertama yang tengah digarap raksasa teknologi asal Korea Selatan itu. Setelah sukses dengan seri Galaxy Z Fold dan Z Flip, kehadiran TriFold digadang-gadang akan membuka era baru dalam pengalaman multitugas perangkat mobile.
Mengutip laporan Gizmochina dari sumber Sammobile, Galaxy Z TriFold akan membawa desain revolusioner bernama “Split Trio”. Sesuai namanya, desain ini memungkinkan pengguna menjalankan tiga aplikasi sekaligus dalam layar penuh secara bersamaan.
Berbeda dengan Galaxy Z Fold7 yang hanya mendukung dua aplikasi berdampingan, TriFold akan menghadirkan pengalaman multitugas yang lebih maksimal, seolah-olah setiap aplikasi digunakan pada layar tunggal.
Selain itu, perangkat ini disebut memiliki kemampuan unik untuk mencerminkan ketiga layar utama ke layar eksternal. Pengguna bisa memindahkan widget maupun aplikasi dengan lancar, sekaligus tetap bebas mengatur tata letak layar sesuai kebutuhan.
Di sektor performa, Galaxy Z TriFold diyakini akan ditenagai prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon 8 Elite dengan sistem operasi Android 16. Kombinasi ini menjanjikan performa tinggi untuk menangani berbagai kebutuhan produktivitas hingga hiburan berat.
Dari sisi fotografi, ponsel lipat tiga ini kabarnya akan mengusung tiga kamera belakang dengan konfigurasi mirip Galaxy Z Fold7. Samsung juga memastikan perangkat tetap hadir dengan bodi ramping meski memiliki tiga lipatan, dilengkapi baterai berkapasitas besar dan dukungan pembaruan OS serta keamanan hingga tujuh tahun.
Meski Samsung belum mengumumkan harga resmi, prediksi awal menyebut Galaxy Z TriFold akan dibanderol antara US$2.500 – US$3.000 atau sekitar Rp40 juta – Rp48 juta. Harga premium ini dinilai sebanding dengan pasar yang dituju, sekaligus untuk menyaingi Huawei Mate XT, ponsel lipat tiga yang saat ini mendominasi segmen tersebut.
Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy Z TriFold pada acara Unpacked akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
Kehadiran perangkat futuristik ini akan semakin menegaskan posisi Samsung sebagai pemimpin inovasi di pasar ponsel lipat, sekaligus memperluas standar baru dalam multitasking mobile. (ana)










