Selasa, 30 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home uncategorized

Cita Tenun Indonesia Merayakan Tenun dalam Ruang “LIMINAL” di Jakarta Fashion Week 2026

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
29 Oktober 2025
in uncategorized
A A
0
CITA TENUN INDONESIA
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Cita Tenun Indonesia (CTI), sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pelestarian tenun Nusantara sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi, mempersembahkan sebuah perayaan filosofis melalui presentasi mode bertajuk “LIMINAL” dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Bertempat di Pondok Indah Mall 3, acara ini bukan sekadar peragaan busana, tetapi juga sebuah ruang ambang, di mana tradisi tenun bertemu dengan dunia mode kontemporer.

Liminal: Ruang Antara Tradisi dan Masa Kini

LIMINAL mengacu pada sebuah keadaan ambang, sebuah zona yang berada di antara dua posisi, yang memungkinkan penciptaan makna baru. Dalam ruang ini, CTI tidak hanya menampilkan tenun sebagai warisan budaya, tetapi mengajak publik untuk memahami tenun dalam konteks masa kini—di mana tradisi dan modernitas berdialog secara harmonis. Setiap lembar tenun menyimpan lebih dari sekadar keterampilan tangan; ia mengandung ingatan kolektif, sistem kosmologis, serta hubungan spiritual antara tubuh, alam, dan keyakinan masyarakat yang melahirkannya.

CTI ingin menunjukkan bahwa ketika wastra (kain tradisional) berpindah dari ruang tradisi menuju ruang mode, terjadi pergeseran makna yang tidak menghapus akar tradisinya, tetapi justru membuka ruang bagi transisi dan interpretasi baru yang lebih relevan dengan zaman. Itulah yang disebut sebagai LIMINAL.

Artikel Terkait

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

Menafsirkan Tenun melalui Bahasa Mode

Dalam peragaan mode ini, empat desainer Indonesia—The Rizkianto, Moral, Danny Satriadi, dan Wilsen Willim—diundang untuk menginterpretasikan berbagai jenis tenun Nusantara dengan pendekatan yang berbeda-beda. Setiap desainer menafsirkan tenun dari berbagai daerah, menghidupkan kembali tradisi tersebut dengan bahasa desain mereka yang modern dan inovatif.

  • The Rizkianto membuka ruang LIMINAL dengan menafsir ulang Tenun Garut dari Jawa Barat. Karya mereka menghadirkan sentuhan kontemporer pada warisan budaya yang sudah dikenal luas ini.

  • Moral melanjutkan perjalanan LIMINAL melalui eksplorasi Tenun Lombok, menggabungkan elemen lokal dengan interpretasi desain yang segar dan berani.

  • Danny Satriadi mempersembahkan interpretasi ulang Tenun Songket Sambas dari Kalimantan Barat, mengangkat keindahan tradisional tenun dengan desain yang modern dan elegan.

  • Wilsen Willim menutup presentasi dengan penafsiran Tenun Putussibau khas Suku Iban dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menampilkan elemen-elemen budaya Iban yang dipadukan dengan konsep desain yang lebih urban dan chic.

Karya-karya yang dihasilkan bukanlah hasil akhir, melainkan sebuah percakapan terbuka mengenai bagaimana tradisi dapat terus dirawat, diolah, dan dihidupkan kembali dalam konteks zaman sekarang. LIMINAL adalah ruang di mana makna baru bisa tercipta, tanpa kehilangan akar budaya yang kuat.

Menghidupkan Kembali Tenun Iban melalui Program “Aram Berkelala Tenun Iban”

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk melestarikan tenun Nusantara, CTI bekerja sama dengan Yayasan Kawan Lama melalui program “Aram Berkelala Tenun Iban” (Mari Berkenalan dengan Tenun Iban) yang dimulai sejak awal 2025 di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali teknik Tenun Ikat dan Tenun Sidan yang memiliki hubungan erat dengan alam sekitar, serta memperkuat peran perempuan dalam menjaga tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Melalui penguatan ekonomi sirkular, para perempuan perajin Iban diberdayakan untuk menghasilkan tenun berkualitas yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus melestarikan warisan budaya yang penting bagi identitas mereka. Karya-karya yang dihasilkan oleh para perajin dari program ini akan menjadi bagian dari koleksi yang ditampilkan dalam presentasi mode LIMINAL, memberikan penghormatan pada keindahan dan kedalaman budaya tenun Iban.

Visi dan Misi Cita Tenun Indonesia

CTI didirikan pada 28 Agustus 2008 dengan visi untuk melestarikan, mengembangkan, dan memperluas pasar tenun Nusantara. Melalui berbagai program kerja, CTI berfokus pada pelatihan dan pembinaan para perajin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, tanpa melupakan pentingnya pelestarian kearifan lokal. Dalam program pembinaan yang berlangsung selama satu tahun di 28 kabupaten/kota sentra binaan di 14 provinsi, CTI bekerja sama dengan praktisi dan desainer profesional untuk mengedukasi perajin agar lebih efektif, efisien, ramah lingkungan, dan dapat mengakses pasar mode kontemporer.

Penutup: Tradisi yang Terus Hidup

Dengan tema LIMINAL, Cita Tenun Indonesia mengajak kita untuk merayakan kekayaan tenun Nusantara, sambil membuka ruang bagi dialog antara tradisi dan inovasi. Dalam dunia yang terus berkembang, tenun tidak hanya dipandang sebagai simbol masa lalu, tetapi juga sebagai warisan hidup yang terus berkembang, melintasi batas-batas waktu dan ruang.

CTI berharap melalui presentasi ini, tenun Nusantara dapat terus diterima dan diapresiasi oleh generasi masa kini, baik di dalam maupun luar negeri. Seiring dengan perjalanan waktu, kita akan terus menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali warisan budaya ini dengan penuh rasa hormat, kreativitas, dan kebanggaan. (sh)

Topik: CITA TENUN INDONESIALIMINAL

TerkaitBerita

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap
uncategorized

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan
uncategorized

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026
Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku
uncategorized

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE
uncategorized

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IMG 20260630 133621 528 1 -

30 Juni 2026
Tiga Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 1.231 Personel

Tiga Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 1.231 Personel

30 Juni 2026
Pemerintah Beri Insentif PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama Libur Sekolah, Harga Perjalanan Jadi Lebih Terjangkau

Pemerintah Beri Insentif PPN Tiket Pesawat Ekonomi Selama Libur Sekolah, Harga Perjalanan Jadi Lebih Terjangkau

30 Juni 2026
BULOG Ajak Mahasiswa UGM Tinjau Pengelolaan Cadangan Beras, Perkuat Edukasi Ketahanan Pangan

BULOG Ajak Mahasiswa UGM Tinjau Pengelolaan Cadangan Beras, Perkuat Edukasi Ketahanan Pangan

30 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3638 shares
    Share 1455 Tweet 910
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    464 shares
    Share 186 Tweet 116
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup dan Mati

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya