Koranindopos.com, Jakarta – Di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Salah satu sektor yang terus tumbuh dan membuktikan daya tahannya adalah industri kuliner, termasuk usaha kue kering rumahan. Dari dapur sederhana, Vienekitchen — UMKM binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) — hadir sebagai contoh nyata bagaimana ketekunan dan komitmen terhadap kualitas bisa membawa perubahan besar.
Produk kue kering dari Vienekitchen kini tak hanya menjadi favorit saat momen hari raya, tetapi juga semakin diminati sebagai oleh-oleh, hampers, hingga camilan harian. Cita rasanya yang autentik dan kemasannya yang menarik menjadikan produk ini digemari berbagai kalangan, dari pelanggan lokal hingga pesanan daring yang datang dari luar kota.

Dari Hobi Jadi Sumber Rezeki
Kisah Vienekitchen bermula dari tangan kreatif Tesa Tumengkol, seorang ibu rumah tangga yang gemar membuat kue untuk keluarga dan tetangga. Hobi yang awalnya sekadar mengisi waktu luang, perlahan berubah menjadi peluang usaha saat permintaan mulai berdatangan dari orang-orang sekitar.
“Awalnya saya hanya ingin berbagi, tapi lama-lama pesanan makin banyak. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak dijadikan usaha saja,” cerita Tesa.
Dengan peralatan dapur seadanya, Tesa mulai memproduksi berbagai jenis kue kering seperti Nastar, Kastengel, Putri Salju Keju, Chocochip, dan Lidah Kucing. Kualitas rasa yang lezat, tekstur yang renyah, serta penggunaan bahan-bahan pilihan menjadikan Vienekitchen cepat dikenal dan dipercaya.
Kualitas yang Konsisten Jadi Kunci
Bagi Tesa, mempertahankan rasa adalah tantangan sekaligus kunci sukses dalam bisnis kuliner. Ia menekankan pentingnya konsistensi bahan baku dan rasa agar pelanggan tetap setia.
“Kami selalu menggunakan bahan baku yang berkualitas, karena bagi saya, rasa yang konsisten itu kunci. Kalau rasanya berubah, pelanggan bisa kecewa,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada cita rasa, Tesa juga belajar mengembangkan strategi pemasaran dan pengemasan yang menarik. Dengan pendampingan dari PNM, Vienekitchen terus berbenah — dari manajemen keuangan, pengembangan produk, hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar.
UMKM yang Tangguh dan Menginspirasi
Perjalanan Vienekitchen menjadi bukti bahwa keberhasilan UMKM tak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari semangat, ketekunan, dan kemauan untuk belajar. Dukungan dari lembaga seperti PNM juga berperan penting dalam membantu pelaku usaha kecil naik kelas dan mandiri secara finansial.
Kini, produk Vienekitchen terus berkembang dengan pesanan yang semakin meningkat, terutama menjelang hari-hari besar. Dari dapur rumahnya, Tesa berhasil menunjukkan bahwa cita rasa dan komitmen pada kualitas bisa membawa UMKM lokal menembus pasar yang lebih luas.
Menurutnya, program pendampingan melalui binaan dan pengembangan bisnis dari PNM banyak membantunya mengembangkan usaha melalui wawasan tentang strategi pemasaran, pengelolaan bisnis, hingga perluasan jejaring. Beberapa pelanggan bahkan kini menjadi reseller setelah mengenal produk Vienekitchen.
Pada kesempatan yang sama, Dyandra Putri dari Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM mengatakan bahwa PNM berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pengusaha UMKM di setiap tahap perjalanan usaha mereka. Menurutnya, berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diinisiasi PNM menjadi pijakan penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar.
“Melalui inisiatif pembinaan berkelanjutan dan program pemberdayaan yang menyeluruh, PNM percaya pelaku UMKM seperti ini memiliki potensi besar untuk bisa memperluas potensi pasar. PNM optimis UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian Nasional, tetapi juga mampu tampil sebagai lokomotif ekonomi rakyat,” ujar Dyandra
Perempuan, Kreativitas, dan Kemandirian
Kisah Tesa adalah potret perempuan masa kini yang tangguh — mampu menyeimbangkan peran keluarga dan produktivitas ekonomi. Dari dapur kecilnya, ia tak hanya menciptakan kue lezat, tetapi juga menanamkan nilai tentang keberanian bermimpi dan berdaya. Di tengah tantangan ekonomi, Vienekitchen menjadi simbol bahwa kemandirian bisa lahir dari ketulusan dan ketekunan, serta bukti bahwa setiap perempuan punya potensi besar untuk ikut menggerakkan roda ekonomi bangsa. (doe)










