koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan dan pemerataan perbekalan kesehatan—termasuk instrumen serta bahan habis pakai—guna memperluas akses layanan kesehatan gigi hingga ke daerah terpencil.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia, menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi prioritas mengingat tingginya beban masalah kesehatan gigi di masyarakat.
“Utamanya di puskesmas-puskesmas. Kita akan mempermudah distribusi alat kesehatan sampai ke puskesmas karena justru deteksi dini ada di puskesmas sebagai bagian dari tindakan preventif,” ujar Rizka dalam keterangan pers, Jumat (14/11/2025).
Rizka menambahkan bahwa hingga 57 persen penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dalam satu tahun terakhir. Di sisi lain, Indonesia masih kekurangan lebih dari 2.700 dokter gigi di tingkat puskesmas, sehingga pemerataan sarana dan prasarana menjadi semakin mendesak.
Ia juga menyoroti bahwa penyakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia) dengan prevalensi mencapai 59,4 persen.
Kasus karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih menjadi dominasi keluhan masyarakat, sehingga diperlukan upaya preventif dan penguatan layanan kesehatan dasar untuk menekan angka tersebut.
Pemerintah berharap peningkatan distribusi perbekalan kesehatan dapat mengoptimalkan layanan pemeriksaan, pencegahan, dan penanganan masalah gigi di fasilitas kesehatan seluruh Indonesia. (hai)










