Koranindopos.com,Bogor – Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan sumber daya manusia. Peran strategis inilah yang tercermin dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan oleh pengurus Remaja Masjid Al Muqorrobien (KARISMA) Tanah Koja, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur di Hotel Lembah Nyiur, Puncak, Bogor, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda masjid agar memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta siap mengambil peran sebagai penggerak umat di masa depan.
Ketua Panitia LDK, Ahmad Sujono, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya sistematis untuk menyiapkan kader-kader muda yang berintegritas dan berakhlak mulia.
“Latihan Dasar Kepemimpinan ini bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara organisasi, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan siap menjadi pemimpin umat,” ujar Ahmad.
Menanamkan Nilai Kepemimpinan Islami
LDK ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepemimpinan Islami yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Para peserta dibekali pemahaman bahwa kepemimpinan dalam Islam bukanlah soal kekuasaan, melainkan amanah, tanggung jawab, dan pelayanan kepada umat.
Hal tersebut dipaparkan oleh Nuh Rizal Cahyadi, salah satu pemateri yang membahas materi Manajemen Leadership. Ia mengulas kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai teladan utama, yang menekankan keadilan, keteladanan, dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.
Melalui materi kepemimpinan Rasulullah SAW, manajemen organisasi masjid, serta etika berorganisasi, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik, bersikap adil, dan mengedepankan kepentingan bersama.
Penguatan Manajemen Masjid
Pemateri lainnya, Ustadz Chaerudin, memaparkan materi tentang Manajemen Masjid. Ia menegaskan bahwa pengelolaan masjid tidak hanya terbatas pada pengurusan tempat ibadah, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan, kegiatan sosial, pendidikan, hingga transparansi administrasi.
“Manajemen masjid yang baik akan membuat masjid lebih efektif dalam memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Tanpa manajemen yang tertata, berbagai tantangan seperti kurangnya transparansi keuangan, minimnya partisipasi jamaah, serta kurangnya pemeliharaan fasilitas dapat menghambat peran masjid secara optimal,” papar Ustadz Chaerudin.
Edukasi Kewirausahaan dan Kemandirian Ekonomi
Selain aspek kepemimpinan dan manajemen masjid, LDK ini juga membekali peserta dengan wawasan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Materi tersebut disampaikan oleh M. Nurdin, yang mengulas konsep Cashflow Quadrant.
Nurdin menjelaskan bahwa Cashflow Quadrant merupakan model dari Robert Kiyosaki yang membagi cara seseorang menghasilkan uang ke dalam empat kuadran, yakni E (Employee/Karyawan), S (Self-Employed/Wiraswasta), B (Business Owner/Pemilik Bisnis), dan I (Investor).
“Model ini membantu seseorang memahami posisi finansialnya dan mendorong pergeseran dari bekerja demi uang menuju membuat uang bekerja melalui sistem dan investasi,” jelas Nurdin.
Materi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi di kalangan remaja masjid, sekaligus membuka wawasan tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dan berkelanjutan.
Mengasah Keterampilan dan Kepercayaan Diri
Kegiatan LDK ini juga bertujuan mengasah keterampilan komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, serta meningkatkan kepercayaan diri para peserta. Dalam setiap sesi, peserta didorong untuk aktif menyampaikan gagasan, berlatih berbicara di depan umum, dan belajar bekerja sama dalam tim.
Bekal ini menjadi modal penting bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam kepengurusan masjid maupun kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
Membangun Kepedulian Sosial dan Ukhuwah
Lebih dari sekadar pelatihan individu, LDK ini menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat ukhuwah Islamiyah. Peserta diajak memahami peran masjid sebagai pusat solusi bagi persoalan umat, mulai dari bidang pendidikan, sosial, hingga kemanusiaan.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antar generasi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Masjid.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Masjid ini, pengurus Remqja Masjid Al Muqorrobien berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian tinggi terhadap umat.
Kegiatan ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun masjid yang makmur, dinamis, dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.
Begitu juga Pengurus Masjid Al Muqorrobien optimistis, dari kegiatan yang sederhana namun sarat makna ini akan tumbuh pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam setiap langkah kepemimpinannya. (doe)










