Koranindopos.com, Tangerang – Industri busana anak di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang membawa narasi emosional dan sentuhan desain modern. Brand lokal bernama Kinikita secara resmi melakukan peluncuran perdananya dalam perhelatan Tangerang Mode Fashion Week (TMFW) 2026. Kehadiran brand baru ini mencuri perhatian karena mengusung konsep busana yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga kenyamanan maksimal bagi anak-anak.
Momen peluncuran ini terasa sangat personal bagi sang pemilik, Migi Rihasalay, yang menceritakan bahwa ide Kinikita sebenarnya sudah tertanam sejak tahun 2023. Saat itu, Migi sedang mengandung anaknya yang bernama Kinikita James dan telah merencanakan sebuah lini busana yang terinspirasi dari perjalanan kehamilannya. Setelah melalui proses panjang, impian tersebut akhirnya bermanifestasi menjadi koleksi nyata yang siap bersaing di pasar kidswear.
Dalam proses kreatifnya, Migi tidak bekerja sendirian, ia didukung penuh oleh Wisnu Aji dan ditemani oleh rekan sejawatnya, Bunga. Wisnu, yang dalam ajang tersebut juga bertindak sebagai juri, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi yang harmonis. Hubungan profesional yang telah terjalin lama mempermudah tim dalam menyatukan visi untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi anak-anak Indonesia.

“Sebenarnya ini kayak dibilang rezeki bersambung ya, karena kan maminya (Migi) waktu itu di Tangerang Mode Fashion Week yang sebelumnya pernah join pada saat hamil Kini. Dan akhirnya Kini sekarang sudah dua tahun setengah dan punya kesempatan juga,” kata Wisnu di Gedung Galeri UKM, Tangerang, Minggu (15/2/2026).
Koleksi perdana yang dipamerkan di atas catwalk TMFW terdiri dari sekitar 12 model busana yang sangat variatif. Meskipun terdapat beberapa penyesuaian jumlah model saat peragaan karena faktor teknis, antusiasme penonton tetap tinggi melihat potongan-potongan baju yang modern. Fokus utama dari koleksi ini adalah pakaian siap pakai (ready-to-wear) yang fleksibel untuk berbagai aktivitas anak.
Menariknya, sebelum resmi diluncurkan secara luas, produk Kinikita telah mendapatkan testimoni positif dari presenter kondang Irfan Hakim. Wisnu menyebutkan bahwa Irfan telah mencoba produk tersebut untuk anaknya dan memberikan penilaian yang sangat baik. Menurut Irfan, pakaian tersebut sangat nyaman dipakai, namun tetap bisa diatur dengan gaya yang lebih modern.
Perjalanan membangun identitas visual brand ini pun tidak dilakukan secara instan, terutama pada tahap finalisasi di bulan Maret 2025. Migi mengakui sempat mengalami pergulatan batin saat menentukan logo dan nama perusahaan. Ia sempat ragu apakah penggunaan nama sang anak sebagai identitas brand merupakan langkah yang tepat atau justru sebuah bentuk ambisi pribadi yang mungkin tidak disukai sang buah hati.
“Sebenarnya dari 2023 itu sudah dari nama dia (Kinikita) nih waktu itu. Nah, di bulan Maret tahun 2025 kemarin itu preparation-nya untuk logo dan namanya dia. Bagaimana nih kita mempersiapkan, apakah hanya pakai K saja, ataukah KK?, Saya masih bingung, apakah pure nama dia, karena saya merasa apakah identitas dia ini akan tersabotase, karena ini maminya yang ambisi mau buat sesuatu hal yang dia belum mengerti,” beber Migi.
Namun, keraguan tersebut sirna ketika Migi melihat karakter sang anak yang sangat menikmati setiap momen di depan kamera dan di atas panggung. Ia menyadari bahwa anaknya memiliki bakat alami dalam dunia hiburan dan merasa nyaman dengan peran barunya. Dengan keyakinan tersebut, Migi pun mantap menetapkan nama Kini Kita sebagai representasi keceriaan dan kepercayaan diri anak.
“Ternyata dia suka dengan stage, suka dengan kamera, dan memang saya melihat karakter kemungkinan dia akan baik-baik saja dengan kita membuat brand ini. Tadinya saya mau kasih nama yang lain, tapi it’s okay, kecil-kecil sudah jadi CEO, gitu kan,” ujar Migi.
Terkait tantangan mengarahkan model-model cilik, tim Nikita mengaku cukup terbantu dengan kesiapan mental para talenta muda yang terlibat. Anak-anak yang membawakan koleksi ini tampak luwes dan ceria saat memperagakan busana di hadapan audiens. Suasana panggung yang hidup diharapkan dapat mencerminkan citra brand yang ingin membawa energi positif bagi setiap pemakainya.
Untuk target pasar, koleksi yang ditampilkan mencakup rentang usia yang cukup luas, mulai dari balita hingga anak berusia 12 tahun. Meskipun memiliki koleksi untuk bayi, pada peluncuran kali ini tim lebih memfokuskan pada lini pakaian anak-anak sekolah dasar. Konsep utamanya tetap konsisten pada gaya casual dan leisurewear yang cocok untuk bersantai maupun bepergian.(BRG/Hend)










