koranindopos.com – Jakarta. Apple kembali mencuri perhatian publik dengan kabar terbaru tentang rencana peluncuran MacBook murah yang dikabarkan akan diperkenalkan pada Maret 2026. Langkah ini dianggap sebagai strategi besar Apple untuk memperluas pangsa pasar, terutama di segmen pelajar serta pengguna dan perusahaan yang sensitif terhadap harga — sebuah langkah yang jarang dilakukan Apple selama ini, mengingat reputasi produknya yang premium.
Selama ini, MacBook dikenal sebagai perangkat laptop premium dengan harga di atas rata-rata pasar. Namun, informasi terbaru menyebutkan Apple akan meluncurkan varian MacBook yang lebih terjangkau, bahkan kemungkinan menggunakan prosessor yang sebelumnya hanya dipakai di iPhone dan iPad. Ini menjadi salah satu strategi Apple untuk menekan biaya produksi sekaligus menyediakan performa efisien untuk kebutuhan komputasi sehari-hari.
Rencana ini disinyalir merupakan bentuk upaya Apple untuk memperluas jangkauan produknya ke kalangan pelajar, pekerja kantoran, dan pengguna lain yang membutuhkan laptop ringan dan cepat dengan harga lebih bersahabat.
Bocoran dari berbagai sumber industri teknologi menyebut Apple akan menggelar sebuah acara bertajuk “Special Apple Experience” pada 4 Maret 2026, yang potensial menjadi momen di mana MacBook murah ini diperkenalkan secara resmi — bersamaan dengan produk lain seperti model baru iPhone dan iPad.
Walaupun belum ada konfirmasi resmi, laporan dari media teknologi global mengulas beberapa spekulasi menarik seputar perangkat MacBook murah ini:
-
Chipset: Rumor kuat menyebut perangkat ini akan ditenagai oleh chip A-series — kemungkinan A18 Pro, yang selama ini digunakan pada model iPhone kelas atas. Ini bisa menjadi langkah pertama Apple menggunakan chip iPhone di lini laptop, yang bertujuan menekan harga tanpa mengorbankan performa.
-
Ukuran Layar: Diperkirakan memiliki layar sedikit di bawah 13 inci, mirip laptop entry lain di pasar, yang cocok bagi pelajar dan pekerja kantor.
-
Desain & Warna: Selain warna klasik seperti perak dan abu-abu, kabar lain menyebut Apple bisa menghadirkan pilihan warna yang lebih fun (kuning muda, hijau, biru, pink), layaknya jajaran iPad atau iMac entry-level.
-
Harga: Bocoran awal menyebut harga kemungkinan akan dibanderol di kisaran $699 – $799 (sekitar Rp 10 juta – Rp 12 juta), membuatnya jauh lebih terjangkau dibanding MacBook Air saat ini.
Langkah ini dipandang sebagai ancaman langsung bagi laptop Windows dan Chromebook di segmen harga rendah, sekaligus kesempatan Apple untuk memperkenalkan ekosistem macOS kepada pengguna baru yang sebelumnya memilih entry-level device.
Kehadiran MacBook murah diyakini akan menyasar segmen pelajar, pekerja profesional dengan kebutuhan sederhana (seperti pengetikan, presentasi, browsing), serta pasar korporasi yang ingin mengintegrasikan perangkat Apple dengan anggaran lebih ketat. Ini merupakan langkah ekspansi yang jarang dilakukan Apple, mengingat fokus mereka selama ini lebih pada segmen premium.
Jika rumor dan bocoran ini benar, MacBook murah bisa menjadi katalis pertumbuhan baru bagi lini produk Apple di seluruh dunia — terutama di negara berkembang, di mana harga sering menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian.(dhil)










