Koranindopos.com, TAIWAN-Pameran kecerdasan buatan pada internet of things atau Artificial Intelligence of Things (AIoT) dan inovasi start up, Computex 2026, berakhir sudah. Ajang teknologi terkemuka tersebut berlangsung di Nangang Exhibition Halls 1 dan 2 Taipei World Trade Center (TWTC), Taipei, Taiwan mulai 1–4 Juni 2026.
Presiden dan CEO Qualcomm Cristiano R. Amon berkesempatan memberikan sambutan sebagai pembuka. Menurut Cristiano, ajang tahunan tersebut kali ini bertajuk AI Together. Fokus pameran tahun ini pada komputasi AI, robotika dan mobilitas cerdas, serta teknologi generasi masa depan.
”Pameran tersebut menarik total 111.312 pembeli dan pengunjung dari 152 negara. Mereka datang dari Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, Vietnam, India, Thailand, dan Malaysia,” beber Cristiano mengutip data yang diterima dari penyelenggara.
Seiring dengan perkembangan AI yang pesat, lanjut Cristiano, industri mempercepat investasi dalam aplikasi AI fisik. Menurut laporan dari Strategy&, bagian dari PwC, AI Fisik diperkirakan akan menghasilkan nilai pasar global sekitar €430 miliar pada tahun 2030 dan mencapai adopsi komersial skala besar dalam tiga hingga lima tahun ke depan di berbagai sektor seperti manufaktur, logistik, kesehatan, dan dirgantara.
Pameran tersebut juga dihadiri para pemimpin berpengaruh di industri teknologi global. Seperti Ketua dan CEO Marvell Matt Murphy, CEO Intel Lip-Bu Tan, dan Presiden dan CEO NXP Rafael Sotomayor. Sesi pidato utama ini menarik 6.000 peserta, mencerminkan minat industri yang kuat terhadap inovasi AI di masa depan. (rls/why/mmr)










