Koranindopos.com, Tangerang Selatan – Sosok Hizrah Maulana, yang selama ini dikenal publik sebagai penyanyi dangdut sekaligus seniman Betawi, kembali menunjukkan taringnya di dunia bisnis. Bertempat di Ballroom Ibis Styles BSD City, Tangerang Selatan, pada Senin (16/3/2026), pengusaha yang akrab disapa Hizrah Bacan ini meresmikan unit usaha terbarunya, PT Bandar Pohon Indonesia.
PT Bandar Pohon Indonesia hadir sebagai jawaban atas kebutuhan estetika properti dan pelestarian lingkungan. Perusahaan ini memfokuskan lini bisnisnya pada sektor kontraktor lanskap, pengembangan pembibitan, hingga penyediaan koleksi tanaman hias bernilai tinggi. Kehadiran perusahaan ini diharapkan mampu memenuhi standar ruang terbuka hijau yang kini semakin diminati, baik untuk hunian pribadi maupun proyek komersial skala besar.
Dalam seremoni tersebut, Hizrah mengungkapkan bahwa langkah ini bukanlah debut pertamanya di dunia korporasi. PT Bandar Pohon Indonesia merupakan pilar keenam dalam imperium bisnis yang telah ia bangun selama beberapa tahun terakhir. Keberaniannya merambah sektor hijau menunjukkan diversifikasi bisnis yang matang dari seorang figur publik yang multitalenta.
“Hari ini kebetulan saya sedang ada acara launching perusahaan saya yang keenam. Perusahaannya bernama Bandar Pohon Indonesia,” ujar Hizrah kepada wartawan di sela acara buka puasa di BSC Tangerang, Senin (16/3/2016).
Meski baru diresmikan secara besar-besaran, perusahaan ini ternyata sudah memiliki fondasi operasional yang cukup kuat. Hizrah memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dan menjalankan roda bisnis secara organik selama dua tahun terakhir sebelum akhirnya memutuskan untuk memperkenalkannya secara luas kepada publik dan calon mitra strategis.
“Perusahaan ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Visi besar yang melatarbelakangi berdirinya Bandar Pohon Indonesia adalah kepedulian terhadap krisis lingkungan yang kian nyata. Hizrah menggarisbawahi bahwa pesatnya pembangunan seringkali mengorbankan keberadaan vegetasi alami, yang pada akhirnya memicu berbagai bencana alam akibat hilangnya daerah resapan dan paru-paru kota.
”Sekarang kan ada program go green. Banyak masalah kerusakan alam dan bencana terjadi karena pohon-pohon banyak ditebang. Karena itu gerakan Bandar Pohon Indonesia ingin ikut menghijaukan kota maupun bangunan,” jelasnya.
Melalui bendera perusahaan ini, Hizrah berkomitmen untuk mengintegrasikan konsep lanskap hijau ke dalam hiruk-pikuk kawasan perkotaan. Ia percaya bahwa setiap sudut bangunan, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk dikonversi menjadi area hijau yang mampu memberikan dampak positif bagi kualitas udara dan kenyamanan penghuninya.
Selain mengejar target bisnis, Hizrah juga menyuarakan pesan penting bagi para pemangku kebijakan dan pelaku industri properti. Ia mendorong agar pembangunan fisik tidak lagi mengabaikan aspek ekologis demi keberlangsungan hidup generasi mendatang, terutama di kota-kota besar yang semakin padat.
Hizrah menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dengan pelestarian alam demi menciptakan keseimbangan ekosistem. Baginya, sebuah kota yang modern bukan hanya dilihat dari kemegahan gedungnya, melainkan juga dari sejauh mana kota tersebut mampu memberikan ruang bagi alam untuk tetap tumbuh berdampingan dengan manusia.
“Ke depan pembangunan tidak hanya fokus pada bangunan, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan agar kota tetap nyaman ditinggali,” tutupnya. (BRG/Hend)










