Koranindopos.com, JAKARTA – MD Pictures memperkenalkan proyek genre horor mereka yang diklaim paling ambisius tahun ini setelah Danur yang sukses besar. Kali ini, mereka mengadaptasi film horor Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum yang populer pada 2018. Film itu mereka beri judul 402: Rumah Sakit Angker Korea.
CEO & Founder MD Entertainment Manoj Punjabi mengatakan, Gonjiam: Haunted Asylum secara global begitu kuat. ”Melalui 402: Rumah Sakit Angker Korea, kami ingin memberikan pengalaman baru dengan twist yang lebih berani dan relevansi yang kuat dengan fenomena konten kreator saat ini,” kata Manoj saat rilis official teaser trailer dan teaser poster film tersebut di Jakarta pada Kamis (16/4/2026).
Sebagai informasi, film orisinalnya, Gonjiam: Haunted Asylum, terinspirasi dari Rumah Sakit Jiwa Gonjiam yang nyata di Gwangju, Korea. Dikenal sebagai salah satu lokasi paling angker di dunia versi CNN. Kesuksesan film aslinya terletak pada atmosfer mencekam dari sebuah tayangan live streaming yang berujung maut.
Dalam versi MD Pictures, premis ini dikembangkan menjadi sesuatu yang agak berbeda, lebih dalam dan mencekam. Tentang empat YouTuber horor yang terobsesi mengejar angka 3 juta penonton live streaming nekat mendatangi Rumah Sakit Angker di Korea. Namun, ambisi digital ini justru menyeret mereka ke dalam serangkaian gangguan yang tidak masuk akal, menguji batas kewarasan mereka di depan kamera yang terus menyala.
Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi Arbani Yasiz. Dikenal dengan peran-peran protagonis yang manis, di film ini Arbani akan menampilkan sisi yang jauh lebih kelam dan penuh misteri. Karakter yang ia mainkan dirancang untuk memancing emosi penonton, sosok yang tidak hanya berjuang melawan gangguan luar, tetapi juga menyimpan rahasia yang akan membuat penonton merasa gregetan.
”Peran saya di film ini pastinya menantang banget dan sangat berbeda dari apa pun yang pernah saya mainkan sebelumnya. Penonton akan melihat versi Arbani yang benar-benar baru, yang mungkin akan membuat kalian bertanya-tanya tentang motif asli karakter ini di sepanjang film,” ujar Arbani. (rls/sha/mmr)










